JSIKA Vol. 6, Nomor 3. Tahun 2017 ISSN 2338-137X JSIKA Vol. 6, No. 3, 2017, ISSN 2338-137X Page 1 RANCANG BANGUN APLIKASI MANAJEMEN BARANG DAERAHPADA DINAS PENDAPATAN JAWA TIMUR Akhmad Yogie 1) Mochammad Arifin 2) Martinus Sony Erstiawan 3) S1 / Jurusan Sistem Informasi Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Jl. Raya Kedung Baruk 98 Surabaya, 60298 Email: 1) yogiembon@gmail.com, 2) Marifin@stikom.edu, 3) Martinus@stikom.edu ABSTRACT Department of Revenue is a provincial government agency engaged in the implementation of the collection of local taxes and levies. With a wide working area, the Department of Revenue has a working area with seconded by 38 Technical Implementation Unit (UPT) and 42 System Administration Manunggal Of One Roof (SAMSAT) spread in East Java. UPT and SAMSAT has the task to carry out some tasks in the Office of operational techniques local revenue collection, administration and services. asset management processa that has been happening is part of equipment trouble collecting goods data area are scattered in every unit and SAMSAT because officers maid still use the flashdrive as a medium to deliver data to the department that led to waiting for the required data and could cause delays to your reporting needs . Based on these problems, the authors make the application of web-based management area goods so as to reduce costs and shorten delivery time of data from flash and reports can be generated quickly . Keywords: Information Systems, Web, Goods Manajemen, Asset Dinas Pendapatan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur adalah kantor pemerintah provinsi Jawa Timur yang bergerak dalam pelaksanaan penghimpunan pajak daerah dan retribusi daerah. Dengan wilayah kerja yang luas, Dinas Pendapatan memiliki wilayah kerja dengan diperbantukan oleh 38 Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan 42 Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) yang tersebar di Jawa Timur. UPT dan SAMSAT mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas di bidang teknis operasional pemungutan pendapatan daerah, ketatausahaan serta pelayanan masyarakat. Dalam pencatatan data barang daerah yang ada di dinas, UPT maupun SAMSAT, saat ini dinas memiliki Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA) yang berbasis dekstop dengan pemograman Delphi dan Sql Server 2000 sebagai database. Aplikasi yang ada belum terintegrasi antara komputer satu dengan komputer lain. Proses membuat laporan data barang daerah yang ada dilakukan secara per triwulan dan per semester. Untuk mengetahui data barang daerah yang tersebar, dinas memerlukan integrasi data dengan yang dimiliki UPT dan SAMSAT. Tiap UPT dan SAMSAT memiliki bagian pengurus barang pembantu yang bertugas menyerahkan data barang daerah kepada dinas dengan menggunakan flashdisk. Dalam hal ini menyebabkan bagian perlengkapan dinas kesusahan dalam membuat laporan rekap data barang daerah, yang meliputi data barang keseluruhan, data barang mutasi hingga barang penghapusan. Pembuatan laporan menjadi lambat dikarenakan menunggu pengurus dari tiap UPT dan SAMSAT untuk memberikan data tersebut. Belum adanya tenggat waktu dalam penyerahan data dari tiap-tiap petugas menjadi kendala bagi dinas. Penyerahan data oleh petugas pembantu, memakan waktu dan biaya. Hal ini menjadi pengeluaran tiap tahun bagi dinas. Karena tidak ada tenggat waktu dalam penyerahan data barang daerah dari masing-masing bagian, apabila terjadi kesalahan ataupun kekurangan input data maka akan menyebabkan terjadi ketidaksesuaian. Pelaporan dokumen anggaran dipertanggungjawabkan kepada Badan Pengawas Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan gubernur, apabila target realisasi dalam alokasi anggaran tidak sesuai dengan yang ada, maka dinas yang bersangkutan mendapat surat teguran dari gubernur kepada dinas yang bersangkutan dikarenakan target pencapaian kinerja dianggap tidak optimal.