48 PENJADWALAN PREVENTIVE MAINTENANCE AIR CONDITIONING (AC) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION PADA KOMPLEKS PERUMAHAN (STUDI KASUS DI PERUMAHAN PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA ) Zulfi Azhar Program Studi Sistem Informasi, STMIK Royal Kisaran Jl. Prof. M. Yamin 173 Kisaran, Sumatera Utara 21222 Telp : (0623) 41079 E-mail : zulfi_azhar@yahoo.co.id Abstrak Perusahaan PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) mempunyai karyawan yang sebagian besar pegawainya tinggal di perumahan. Perusahaan membuat suatu program fasilitas pelayanan pada perumahan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para karyawan dan keluarganya agar mereka dapat menikmati dan tinggal di perumahan dengan nyaman. Penggunaan AC yang baru akan berjalan dengan baik dan lancar disertai dengan program pemeliharaan rutin dan pemeliharaan secara berkala (preventive schedule). Sementara pemeliharaan AC secara tidak berkala (preventive unschedule) juga dilakukan apabila ada kerusakan. Dalam melakukan pemeliharaan secara tidak berkala tersebut membutuhkan beberapa kriteria yang diambil dari beberapa laporan kerusakan yang ditemukan dilapangan. Kriteria kerusakan tersebut merupakan sebagai data dalam penjadwalan secara tidak berkala. Penjadwalan AC preventive schedule dan preventive unschedule digunakan sebagai target , yang salah satu diantaranya merupakan hasil akhir yang akan digunakan untuk menentukan penjadwalan yang selanjutnya. Untuk menentukan pemeliharaan AC penjadwalan secara berkala dan secara tidak berkala membutuhkan penggunaan metode backpropagation untuk menganalisa dan menguji dari data laporan dan kriteria kerusakan. Kata Kunci : JST, data penjadwalan pemeliharaan secara berkala, data pemeliharaan bukan secara berkala dan AlgoritmaBackpropagation 1. PENDAHULUAN PT.Chevron Pacific Indonesia (CPI) merupakan Perusahaan minyak yang beroperasi di Riau yang mempunyai karyawan lebih dari 1000 orang yang sebagian besar pegawainya tinggal di perumahan yang disediakan oleh Perusahaan. Perusahaan CPI membuat suatu program fasilitas pelayanan pada perumahan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pekerjanya agar karyawan dan keluarganya dapat menikmati dan tinggal di perumahan dengan nyaman.Kebutuhan untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik kepada para pegawai PT. CPI maka pihak Management melakukan proyek penyediaan AC yang optimal dengan memasang AC yang baru pada kompleks perumahan. Proyek penyediaan AC baru diprogramkan sebagai fasilitas pelayanan kepada para pegawai dan keluarganya yang tinggal di kompleks perumahan.Penggunaan AC yang baru akan berjalan dengan baik dan lancar disertai dengan program pemeliharaan rutin dan secara berkala (preventive schedule). Pemeliharaan AC secara rutin dan berkala akan dapat menjaga pemakaian AC yang optimal dan mengurangi biaya kerusakan dan pemborosan. Penggunaan AC yang salah dan pemeliharaan AC yang tidak dilakukan dengan benar akan membuat biaya yang lebih tinggi dalam perbaikan.Dengan melakukan pencegahan dalam pemeliharaan AC akan dapat mencegah kerusakan dan dapat mempertahankan kenyamanan yang optimal pada penghuni perumahan. Dan pelaksanaan pemeliharaan AC merupakan salah satu pencegahan dari kerusakan dan penggantian spare part yang tidak semestinya terjadi. Dari pengertian permasalahan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ada pemeliharaan AC secara berkala dan ada pemeliharaan AC secara tidak berkala berdasarkan kriteria yang diambil dalam menentukan penjadwalan pemeliharaan (maintenance) AC. Penggunaan metode backpropagation sangat tepat dalam mengetahui hasil berdasarkan target dan kriteria kerusakan yang diperoleh dalam pelaksanaan di lapangan. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan ada beberapa rumusan permasalahan yaitu : 1. Bagaimana hubungan antara penjadwalan AC secara berkala dan secara tidak berkala dalam menentukan penjadwalan ? 2. Bagaimana mendapatkan hasil (output) dan target yang menentukan penjadwalan secara berkala atau pemeliharaan secara tidak berkala ?