431 PENGARUH BRAND AWARENESS, PERCEIVED QUALITY DAN CONSUMER ATTITUDE TERHADAP PURCHASE INTENTION PRODUK SKIN CARE TELAAH PADA KONSUMEN PRIA DI INDONESIA Kenny Program Studi Magister Manajemen Universitas Tarumanagara kennyoey@gmail.com Rezi Erdiansyah Program Studi Magister Manajemen Universitas Tarumanagara Masuk : 30-11-2020 , revisi : 15-12-2020 diterima untuk diterbitkan : 16-12-2020 Abstract: This research is proposed to find out whether there is relationship between brand awareness, perceived quality, and consumer attitude, with purchase intention in Nivea Men Crème Product with 4 hypotheses that will be tested using the Structural Equation Model. The sample in this study consisted of 162 respondents who were men in Indonesia who had used, seen, and knew the Nivea brand. The result of the analysis that using AMOS ver.25 proven that brand awareness, perceived quality and consumer attitude simultaneously have an influence on Nivea Men Crème purchase intentions in Indonesian’s men market. Keywords: Brand Awareness, Perceived Quality, Consumer Attitude, Purchase Intention Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat minat beli pria Indonesia terhadap produk Nivea Men Crème yang dipengaruhi oleh brand awareness, perceived quality dan consumer attitude. Model teoritis dalam penelitian ini disajikan dengan 4 hipotesis yang akan diuji menggunakan Structural Equation Model. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 162 responden laki-laki di Indonesia yang pernah melihat, mengenal merek Nivea. Hasil analisis metode penelitian AMOS ver.25 (Paket Statistik Ilmu Sosial) membuktikan bahwa brand awareness, perceived quality dan consumer attitude secara simultan berpengaruh terhadap niat beli Nivea Men Crème di pasar pria Indonesia. Kata Kunci: Brand Awareness, Perceived Quality, Consumer Attitude, Purchase Intention PENDAHULUAN Perkembangan pasar untuk produk perawatan kulit yang terus berkembang khususnya untuk pasar Indonesia membuat banyak perusahaan berlomba untuk mengeluarkan produk perawatan kulit dengan berbagai solusi dan keunggulan yang ditawarkan. Merupakan sebuah tantangan untuk para marketers untuk masuk dan mengetahui apa faktor inti seseorang memiliki keinginan hingga melakukan pembelian prudk tersebut. Menurut Kotler dan Keller (2015) dalam mengeksekusi keinginan pembelian biasanya konsumen akan memikirkan lima sub-keputusan, antara lain merek, dealer, jumlah, waktu dan cara pembayaran. Tren perawatan kulit tidak hanya digemari oleh para wanita di Indonesia untuk mempercantik diri, sekarang ini perawatan kulit untuk pria juga memiliki potensi pasar yang tinggi, pernyataan ini didukung oleh L’Oreal (2018). Pria di Indonesia memiliki peranan penting dalam hal produk kecantikan dan tren ini telah menyebabkan pertumbuhan yang dinamis dan baru di sektor perawatan wajah. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengangkat bagaimana sikap seseorang terhadap sebuah merek dapat mempengaruhi mereka hingga memiliki rasa ketetarikan untuk melakukan pembelian (purchase intention). Kim dan Hunter (1993) dan (Huang et al., 2004) mengungkapkan kebanyakan model behavioral menjelaskan hubungan sebab akibat dari sikap (attitude) melalui purchase intention untuk mengetahui sikap yang sesunggguhnya. Purchase intention atau keinginan membeli dapat menjadi hasil prediksi dari sikap (attitude) konsumen.