JURNAL TEKNIK ITS Vol. X, No. Y, (TAHUN) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D149 Abstrak—Apartemen Grand Sagara terletak di Jalan Tambak Wedi, Surabaya. Apartemen ini direncanakan terdiri atas 50 lantai tanpa basement. Nilai SPT rata-rata pada tanah kedalaman 0 – 15 meter di lokasi proyek adalah sebesar 9 sehingga dapat dikategorikan sebagai tanah pasir lepas. Kondisi ini menyebabkan tanah pada lokasi proyek berpotensi mengalami likuifaksi apabila terjadi gempa, dimana pada lokasi tersebut diketahui nilai PGA adalah sebesar 0,322 g (puskim.pu.go.id). Untuk itu diperlukan perencanaan pondasi dengan memperhatikan potensi likuifaksi dan perencanaan perbaikan tanah yang dapat mengurangi potensi likuifaksi. Dari analisis yang dilakukan, diketahui bahwa tanah pada kedalaman 0.0–15.0 meter berpotensi mengalami likuifaksi. Perbaikan tanah sedalam 15 (lima belas) meter dengan menggunakan metode vibrokompaksi jenis alat BJV130 dengan spacing sebesar 2,5 meter dapat menghasilkan peningkatan nilai SPT rata-rata dari 9 (sembilan) dengan konsistensi tanah pasir lepas menjadi 20 (dua puluh) dengan konsistensi tanah pasir medium. Jenis pondasi bored pile yang dikombinasi dengan pondasi rakit direncanakan untuk masing-masing bagian gedung. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kedalaman dari bored pile yaitu lebih dalam 1.0 meter untuk kondisi tanah yang tanpa perbaikan. Hanya saja, biaya perbaikan tanah yang mahal menyebabkan pondasi bored pile tanpa perbaikan tanah tetap lebih murah dari pada pondasi bored pile dengan perbaikan tanah. Total biaya pekerjaan pondasi tanpa perbaikan tanah adalah Rp 23.502.896.918,00, sedangkan biaya pekerjaan pondasi dengan perbaikan tanah adalah sebesar Rp 28.991.248.358,00. Kata Kunci—Bored Pile, Likuifaksi, Perbaikan Tanah, Raft Foundation, Vibro-Kompaksi. I. PENDAHULUAN ERTUMBUHAN penduduk di Indonesia dapat dibilang cukup signifikan. Kota Surabaya misalnya, mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 0,43% pada tahun 2016 hingga 2017 (BPS Jawa Timur). Hal ini tentunya berpengaruh pada meningkatnya jumlah kebutuhan rumah tinggal bagi masyarakat. Namun, dengan terbatasnya jumlah lahan di Kota Surabaya, maka hunian vertikal dapat menjadi salah satu solusinya. Apartemen Grand Sagara adalah salah satu contoh hunian vertikal yang saat ini tengah dibangun di Kota Surabaya. Apartemen yang dikembangkan oleh PT. PP Properti (Persero), Tbk. ini terletak di Jalan Tambak Wedi Surabaya. Tower Adriatic, tower perdana apartemen ini, direncanakan terdiri dari 50 (lima puluh) lantai dan akan dibangun tanpa adanya basement. Pembangunan tanpa adanya basement salah satunya mempertimbangkan kondisi tanah di lokasi proyek. Diketahui bahwa nilai SPT rata-rata pada tanah kedalaman 0 – 15 meter di lokasi proyek adalah sebesar 9 (sembilan) sehingga dapat dikategorikan sebagai tanah pasir lepas. Selain itu, diketahui bahwa besarnya PGA pada lokasi proyek adalah sebesar 0,322g (puskim.pu.go.id). Kondisi ini menyebabkan tanah memiliki kemungkinan terkena dampak likuifaksi. Potensi Likuifaksi harus diperhitungkan agar tidak menimbulkan kerusakan pada tanah dan bangunan diatas tanah tersebut. Beberapa cara untuk mengatasi likuifaksi antara lain dengan perbaikan tanah untuk jenis tanah pasir, perencanaan pondasi dengan memperhatikan potensi likuifaksi, atau kombinasi antara keduanya. Untuk itu, diperlukan perencanaan pondasi yang memperhatikan potensi likuifaksi, dimana perencanaan tersebut dapat dikombinasikan dengan perbaikan tanah ataupun tidak. Perencanaan pun dapat dilakukan dengan beberapa alternatif kombinasi yang berbeda hingga dihasilkan beberapa variasi hasil yang nantinya dapat dipilih salah satu alternatif yang paling efisien. Perencanaan Bored Pile dengan dan Tanpa Perbaikan Tanah dengan Memperhatikan Potensi Likuifaksi (Studi Kasus: Apartemen Grand Sagara) Savira Amelia Ramadhan, Yudhi Lastiasih, dan Noor Endah Mochtar Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: yudhi.lastiasih@gmail.com P Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Analisa Potensi Likuifaksi Sebelum Dilakukan Perbaikan Tanah Kedalaman (m) DB-1 DB-2 DB-3 Kesimpulan 0 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 0.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 1 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 1.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 2 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 2.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 3 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 3.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 4 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 4.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 5.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 6 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 6.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 7 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 7.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 8 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 8.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 9 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 9.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 10 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 10.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 11 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 11.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 12 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 12.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 13 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 13.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 14 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 14.5 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi 15 Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi Likuifaksi