Jurnal Pengabdian Kampus ISSN 2252-8628(p); 2776-091X(e) Vol 9. No. 1, 11-19, Juli 2022 11 Pelatihan Pengembangan Desain Pembelajaran Daring (Elearning) Bahasa Inggris Berbasis Aplikasi Whatsapp bagi Guru SMP Negeri-3 Palangka Raya Iwan Fauzi*, Merylin Simbolon, Dina Mardiana FKIP, Universitas Palangka Raya *Email: i_fauzi@edu.upr.ac.id Abstract The development of online-based English learning design has now become a demand for teachers in line with the increasing development of information and communication technology. Junior high school students who are millennial young generation are inevitable from their needs in requiring gadgets as smart communication tools. This phenomenon must be exploited by teachers of 21st century as a moment of educating students through elearning by facilitating them to understand online-based learning materials. On this basis, online learning design is very important and must be mastered by professional teachers in this digital era, so that the learning process of students is not restricted to be implemented. This article is a non-research type, namely a report of training on developing elearning-based English learning design that took the subject of seven English teachers in the secondary school of SMP Negeri-3 Palangka Raya. The results achieved were increased knowledge, attitudes, motivation and abilities of teachers in developing and implementing online English learning design so that teachers had competitiveness and competence in the application of science and technology in the community, especially in developing learning designs on elearning-based materials. Keywords: e-learning, WhatsApp, English teaching, ICT Pendahuluan Perubahan peradaban manusia di Abad 21 menuju masyarakat berpengetahuan (knowledge society) menuntut sebuah keterampilan yang mampu memahami dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT literacy skill) secara maksimal. Pendidikan memegang peranan sangat penting dan strategis dalam membangun masyarakat berpengetahuan dengan memiliki keterampilan yang meliputi: (1) melek teknologi dan media; (2) melakukan komunikasi efektif; (3) berpikir kritis; (4) memecahkan masalah; dan (5) berkolaborasi. Oleh karena itu pemerintah Indonesia mengantisipasi dan mentransformasikan eksistensinya dengan mengeluarkan berbagai kebijakan pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dengan hadirnya TIK di dunia pendidikan bisa membawa dampak positif apabila teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Trend pengajaran (teaching) yang dulunya menempatkan guru sebagai satu-satunya komunikator aktif menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar, kini telah mengalami perubahan besar; guru (pendidik/ pengajar) dan siswa (pembelajar) telah ditempatkan dalam posisi yang sama-sama aktif menggunakan teknologi dan media dalam proses pembelajaran (learning). Perkembangan pesat di bidang teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pula dalam bidang pendidikan. Salah satu Teknologi Informasi yang dapat menunjang proses pembelajaran di sekolah adalah teknologi yang berbasis daring (e- learning). Istilah e-learning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi e-learning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang dapat diterima banyak pihak misalnya dari Darin E. Hartley (2001) yang menyatakan bahwa e-learning merupakan suatu jenis belajar- mengajar yang memungkinkan