1 REPRESENTASI PEREMPUAN PADA FILM DILAN 1991 (Mode Semiotika Roland Barthes) Astari Defania Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Email : devaaniaa@gmail.com Shinta Kristanty Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Email : shinta4u2@gmail.com ABSTRACT The purpose of this research is to know the representation of social critism in Dilan 1991 movie. The theory used in this research is the theory of semiotics Roland Barthes. Concepts related to this research include mass communication, film, representation and female. The paradigm of this research is critical, the approach of this study is qualitative with the research method semiotics of Roland Barthes. The unit of analysis in this study was the 1991 film Dilan by observing images and dialogs which included elements of female representation. The results obtained are the Dilan 1991 movie representing female, shown through scenes in the Dilan 1991 movie. This representation of female is found starting from the female who always looks wea, then she has always been a victim of abuse, as well as the female also not in spite of the nature of the conceited. Keywords : Movie, Representation, Female, Semiotic. PENDAHULUAN Konsep awal dalam representasi dari sebuah film adalah ingin menggambarkan kembali sesuatu hal yang ada pada cerita di sebuah film. Representasi menunjuk baik pada proses maupun dari produk pemaknaan suatu tanda. Film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar yang di buat berdasarkan asas sinematografi dengan di rekam pada pita seluloid, pita video, pringan video, dan bahan hasil pemnemuan tekhnologi lainnya dalam segala bentuk, jenis, dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat di pertunjukan atau di tayangkan dengan sistem proyeksi mekanik, elektronik dan lainnya. Perempuan menurut pandangan didasarkan pada kajian medis, psikologis dan sosial, terbagi menjadi faktor fisik dan psikis. Secara biologis dari segi fisik, perempuan dibedakan berdasarkan fisik perempuan yang lebih kecil dari laki-laki, suaranya lebih halus, perkembangan tubuh perempuan terjadi lebih dini, kekuatan perempuan tidak sekuat laki-laki. Dari segi psikis, perempuan mempunyai sikap yang kalem, perasaan perempuan lebih cepat menangis bahkan pingsan apabila menghadapi persoalan berat. Mengadaptasi penuh dari novel Dia adalah Dilanku Tahun 1991 karya Pidi Baiq, cerita film ini ketika Dilan dan Milea menjadi pasangan kekasih. Pada awal pacaran, Milea banyak mengalami hal indah bersama Dilan, kisah cinta mereka sewaktu SMA mereka lalui dengan hal-hal romantis. Namun satu hal yang selalu membuat Milea cemas yaitu bergabungnya Dilan dengan geng motor dan Dilan menjabat sebagai Panglima Tempur. Hubungan hangat keduanya kembali terusik oleh keterlibatan Dilan dalam geng motor. Perkelahian berlanjut, hingga seorang kawan Dilan menjadi korban. Kegiatannya di geng motor membuat Dilan terancam dikeluarkan dari sekolah. Sempat dipenjara beberapa hari sehingga membuat Dilan diusir ayahnya dari rumah. Peneliti tertarik mengangkat film Dilan 1991 karena dibalik kisah cinta Dilan dan Milea, terlihat perempuan merupakan makhluk yang lemah yang selalu dianggap remeh sehingga menjadi diskriminasi oleh laki-laki. Peneliti melihat visual-visual yang