http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan (2614-8854) Volume 5, Nomor 3, Maret 2022 (974-982) 974 Pengaruh Implementasi Kebijakan Manajemen Sekolah dan Konsep Diri Guru terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Kecamatan Pasar Kebo Jakarta Timur Joko Prasetiyo Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, Indonesia E-mail: dosen01924@unpam.ac.id Article Info Abstract Article History Received: 2022-02-03 Revised: 2022-03-02 Published: 2022-03-31 Keywords: Influence; Implementation; Management policy; Self Concept; Education Services. The results showed that; First, there is a positive direct influence on the implementation of school-based management policies on the quality of educational services that can be accepted, this can be seen based on the results of the t-test with a significance level of 5%, it can be seen that the tcount > ttable value or 3.32 > 1.645, then H0 is rejected, Meanwhile, from the path analysis calculation results obtained p31 = 0.283 or 0.283 > 0.05. This value provides information that the effect that occurs is significant by rejecting H0 and accepting H1. Second, there is a direct positive effect of the Teacher's Self-Concept on the Quality of Educational Services that can be accepted, it can be seen from the results of the t-test that with a significant level of 5%, the value of tcount > ttable value or 5,978 > 1,645, then H0 is rejected, meaning that the correlation coefficient is significant, with the results of path analysis calculations obtained p32 = 0.506 meaning that the effect that occurs is significant with the conclusion rejecting H0 and accepting H1 that with a significant level of 5%, the value of tcount > ttable value or 6.64 > 1.645, then H0 is rejected, meaning that the correlation coefficient is significant or it can be said that the Implementation of School- Based Management Policy really has a significant effect on the Teacher's Self-Concept. Meanwhile, from the calculation of path analysis, the value of p21 = 0.480 or 0.480 > 0.05 means that the effect is significant with the conclusion that H0 is rejected and H1 is accepted. Artikel Info Abstrak Sejarah Artikel Diterima: 2022-02-03 Direvisi: 2022-03-02 Dipublikasi: 2022-03-31 Kata kunci: Pengaruh; Implementasi; Kebijakan Manajemen; Konsep Diri; Pelayanan Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, terdapat pengaruh langsung positif Implementasi Kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan dapat diterima, hal ini dapat diketahui berdasarkan hasil Uji-t dengan taraf signifikansi 5% terlihat bahwa nilai t hitung > nilai t tabel atau 3,32 > 1,645, maka H 0 ditolak, Sedangkan dari hasil perhitungan Analisa Jalur diperoleh nilai p 31 = 0,283 atau 0,283 > 0,05. Nilai ini memberikan informasi bahwa pengaruh yang terjadi adalah signifikan dengan tolak H 0 dan diterima H 1 . Kedua, terdapat pengaruh langsung positif Konsep Diri Guru terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan dapat diterima, hal ini dapat diketahui dari hasil Uji-t bahwa dengan taraf signifkan 5% diperoleh nilai t hitung > nilai t tabel atau 5,978 > 1,645, maka H 0 ditolak artinya koefisien korelasi signifikan, dengan hasil perhitungan analisa jalur diperoleh nilai p 32 = 0,506 artinya bahwa pengaruh yang terjadi adalah signifikan dengan kesimpulan tolak H 0 dan terima H 1, Ketiga, terdapat pengaruh positif Implementasi Kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Konsep Diri Guru dapat diterima, hal ini dapat diketahui dengan Uji-t bahwa dengan taraf signifkan 5% diperoleh nilai t hitung > nilai t tabel atau 6,64 > 1,645, maka H 0 ditolak artinya koefisien korelasi signifikan atau dapat dikatakan bahwa Implementasi Kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap Konsep Diri Guru. Sedangkan dari hasil perhitungan analisa jalur diperoleh nilai p 21 = 0,480 atau 0,480 > 0,05 artinya bahwa pengaruh yang terjadi adalah signifikan dengan kesimpulan tolak H 0 dan terima H 1 . I. PENDAHULUAN Kepala sekolah sebagai manajer atau administrasi pendidikan, kepala sekolah men- jalani fungsi manajerial maka kepala sekolah harus menjalankan fungsi administrasi pendidikan. Pada hakikatnya proses administrasi pendidikan terdiri dari: Perencanaan (planning), Pengorganisasian (organizing), Kepegawaian (staffing), pemberian bimbingan (counselling), Pengkoordinasian (coordinating), Pengkomuni- kasian (communication), Pengontrolan (control- ling), Pembiayaan (Budgeting), Penilaian (evalua- ting). Seluruh aktivitas kerja di lingkungan organisasi dalam hal ini kegiatan proses pembelajaran, maka kepala sekolah juga me- netapkan supervisi dan evaluasi hasil kinerjanya.