Jurnal Representamen Vol 6 No. 02 Oktober 2020 70 Manajemen Isu Komunisme dalam Bingkai Nasakom di Era Soekarno (1959-1966) Dian Wardiana Sjuchro, Abie Besman Prodi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 No. Telp/HP: 081222267022, 08122302641 d.wardiana@unpad.ac.id, abie.besman@unpad.ac.id Abstract This research focuses on the management issue of communism in the Nasakom framework through the policies and patterns of political communication of President Soekarno's government. This issue was used by Soekarno since the 1959 Presidential Decree. The solution implemented by Soekarno unwittingly opened a space for political communication in the middle way. Compromise management style is used to suppress conflicts that occur between interests. The method used in this study is the historical method. The results showed that the approach adopted by President Soekarno could not be separated from Communism. Even though it seemed to unite all the ideologies that were developing at that time, in fact there was a very sharp political competition between factions. This then led to the events of 30 September and the emergence of a new order. This research is part of a broader study to examine the management of communism issues in every political regime in Indonesia. Keywords: Nasakom, Issue Management, Communism, Literature Study Abstrak Penelitian ini memiliki fokus pada manajemen isu komunisme dalam bingkai Nasakom melalui kebijakan dan pola komunikasi politik pemerintahan Presiden Soekarno. Isu ini digunakan dan berusaha dikendalikan oleh Soekarno sejak Dekrit Presiden 1959. Solusi yang diterapkan oleh Soekarno tanpa disadari membuka ruang komunikasi politik jalan tengah. Gaya manajemen kompromi digunakan untuk menekan konflik yang terjadi antar kepentingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan yang diterapkan oleh Presiden Soekarno tak bisa terlepas begitu saja dari Komunisme. Meski terkesan menyatukan seluruh faham yang tengah berkembang saat itu, pada kenyataannya justru terjadi persaingan politik yang sangat tajam antar faksi. hal ini kemudian berujung pada Peristiwa 30 September dan munculnya orde baru. Penelitian ini adalah bagian dari penelitian yang lebih luas untuk meneliti manajemen isu komunisme pada setiap rezim politik di Indonesia. Kata Kunci: Nasakom, Manajemen Isu, Komunisme, Studi Pustaka