Jurnal Keperawatan Malang Volume 6, No. 2, Desember 2021 Available Online at https://jurnal.stikespantiwaluya.ac.id/ 95 Copyright © 2021, JKM, p-ISSN 2088-6098, e-ISSN 2550-0538 MINI-MENTAL STATE EXAMINATION UNTUK MENGKAJI FUNGSI KOGNITIF LANSIA MINI-MENTAL STATE EXAMINATION TO ASSESS COGNITIVE FUNCTION IN ELDERLY Dafinta Widia Komala 1 , Dwi Novitasari 2* , Rosi Kurnia Sugiharti 3 , Sidik Awaludin 4 1. Prodi Keperawatan Program Sarjana, Fakultas Kesehatan, Universitas Harapan Bangsa 2. Prodi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan, Fakultas Kesehatan, Universitas Harapan Bangsa. Email: dwinovitasari@uhb.ac.id 3. Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga, Fakultas Kesehatan, Universitas Harapan Bangsa, 4. Prodi Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman ABSTRAK Latar belakang: Seiring bertambahnya usia akan menyebabkan penurunan fungsi sistem tubuh, salah satunya penurunan fungsi kognitif. Terganggunya fungsi kognitif pada lansia dapat berupa gangguan berbahasa, kehilangan memori jangka pendek maupun panjang, juga disorientasi waktu dan tempat. Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan di Rojin Home Itoman Teinsagu No Ie Jepang didapatkan bahwa jumlah lansia sebanyak 35 lansia dan sebanyak 18 lansia menderita demensia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif berdasarkan karakteristik rentang usia dan jenis kelamin lansia di Rojin Home Itoman Teinsagu No Ie Jepang menggunakan instrument Mini Mental State Examination. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Terdapat 33 lansia sebagai responden. Analisa data menggunakan uji deskriptif statistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan fungsi kognitif pada lansia di Rojin Home Itoman Teinsagu No Ie Jepang rentang usia 75-90 tahun sebagian besar mengalami penurunan fungsi kognitif sedang yaitu sebanyak 15 (45,5%) lansia. Responden berjenis kelamin perempuan memiliki fungsi kognitif sedang sebanyak 12 (36,4%) lansia. Proses menua akan menyebabkan perubahan komposisi di system persyarafan khususnya di otak, dimana terjadi degenerasi neuron dan oligodendrosit yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kognitif pada lansia. Kesimpulan: Penurunan fungsi kognitif lansia menyebabkan lansia tergantung pada orang lain. Caregiver termasuk perawat perlu mengkaji penurunan kognitif lansia menggunakan MMSE agar lansia segera mendapat penanganan yang tepat dan membantu pemenuhan kebutuhannya. Kata kunci: Fungsi Kognitif; Demensia; Lansia; MMSE ABSTRACT Background: With age, it will cause a decrease in the function of body systems, one of which is a decrease in cognitive function, which can be in the form of language disorders, loss of short and long- term memory, as well as disorientation of time and place. Based on the results of a pre-survey conducted at Rojin Home Itoman Teinsagu No Ie Japan, it was found that there were 35 elderly people and 18 elderly people suffering from dementia. Aim: This study aims to determine the description of cognitive function based on the characteristics of the age range and gender of the elderly using the MMSE instrument. Methods: This study used a quantitative descriptive research method. The sampling technique used a total sampling technique. There are 33 elderly as respondents. Data analysis using statistical descriptive test. Results: The results showed that the cognitive function of the elderly aged 75-90 years, mostly experienced moderate cognitive decline, as many as 15 (45.5%) elderly. Female respondents have a moderate cognitive function as many as 12 (36.4%) elderly. The aging process will cause changes in the composition of the nervous system, especially in the brain, where there is degeneration of neurons and oligodendrocytes which in turn causes cognitive decline in the elderly. Conclusion: The decline in cognitive function of the elderly causes them to depend on others.