Media Konservasi Vol. 13, No. 3 Desember 2008 : 1 8 1 KONDISI VEGETASI DAN POPULASI Raflesia patma Blume DI CAGAR ALAM LEUWEUNG SANCANG (Conditions of Vegetation and Population of Rafflesia patma Blume in Leuweung Sancang Nature Reserve) RESTI SUWARTINI 1) , AGUS HIKMAT 2) DAN ERVIZAL A.M. ZUHUD 3) 1) Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB Kampus Darmaga Bogor 16680, Indonesia 2,3) Bagian Konservasi Keanekaragaman Tumbuhan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB Kampus Darmaga Bogor 16680, Indonesia Diterima ...../Disetujui ..... ABSTRACT Rafflesia patma Blume is a holoparasite plant. This species is protected by law due to its rarity. The study of vegetation and population conditions of R.. patma was conducted in Leuweung Sancang Nature Reserve, Garut, West Java. The results indicated that due to human activitie withi the Nature Reserve, the vegetation condition at the habitat of R.. patma was experiencing disturbances and the population of R.. patma tent to decrease. Keywords : Rafflesia patma, holoparasite, rare species, nature reserve, habitat. PENDAHULUAN Spesies Rafflesia patma Blume merupakan anggota dari famili Rafflesiaceae. R. patma termasuk tumbuhan holoparasit yang tidak mempunyai klorofil, tetapi ia mempunyai akar hisap atau haustorium yang berfungsi sebagai alat untuk mengambil sari-sari makanan dari tumbuhan inangnya. R. patma merupakan salah satu spesies tumbuhan yang dilindungi karena statusnya sudah langka. Keunikan dari spesies ini adalah ukuran bunganya yang besar. Walaupun demikian, sampai saat ini pengetahuan tentang R.patma dan manfaatnya bagi kehidupan manusia masih belum banyak diketahui. Zuhud et al. (1998), menyatakan bahwa penyebaran R. patma meliputi daerah Jawa Tengah (Cagar Alam Nusa Kambangan) dan Jawa Barat (Cagar Alam Pananjung Pangandaran dan Cagar Alam Leuweung Sancang). Keadaan Cagar Alam (CA) Leuweung Sancang dari tahun ke tahun terus terkikis dan puncaknya terjadi pada saat krisis ekonomi (Supriadi dan Ardjito 2004). Sejak itulah, CA Leuweung Sancang banyak mengalami tekanan dari luar terutama penjarahan dan perambahan. Kerusakan hutan mulai terlihat sejak tahun 1995 seluas 162 ha, dan sejak krisis moneter kerusakan meningkat tajam. Pada tahun 1998 tercatat kerusakan hutan seluas 388 ha, kemudian tahun 2000 menjadi 698 ha dan tahun 2002 kembali meningkat menjadi 936 ha. Berdasarkan data terakhir tahun 2004 dari BKSDA, saat ini 1000 ha hutan Sancang menjadi lahan terbuka atau hampir setengahnya dari luas keseluruhan CA Leuweung Sancang yang mencapai 2.175 ha (Konus 2007). Kerusakan hutan tersebut diduga akan mengganggu keberadaan R. patma di kawasan CA Leuweung Sancang. Penelitian R. patma di CA Leuweung Sancang terakhir kali dilakukan pada tahun 1989 (Priatna 1989). Perkembangan populasi R. patma sampai sekarang tidak banyak diketahui. Oleh karena itu, sebagai spesies langka dan dilindungi perlu dilakukan penelitian tentang kajian kondisi vegetasi dan populasi R. patma Blume di CA Leuweung Sancang. Dimana hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan dalam pengelolaan spesies tersebut. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Pengambilan data lapangan dilaksanakan dalam kawasan CA Leuweung Sancang, Kabupaten Garut. Penelitian dilakukan pada bulan Juli dan Agustus 2007. Alat dan Bahan Penelitian Peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian meliputi alat tulis, kompas, pita meter (meteran), GPS (Global Positioning System) dan kamera. Sedangkan bahan yang digunakan adalah tally sheet, kertas koran, sasak, alkohol 70% serta peta kawasan CA Leuweung Sancang.