AGRITECH, Vol. 27, No. 3 September 2007 107 PENDAHULUAN Mengkudu telah digunakan untuk pengobatan oleh orang Polenisia selama lebih dari 2000 tahun lalu dan dilaporkan mempunyai efek terapeutik luas seperti antibakteri, antivirus, antitumor, antelmintik, analgesik, hipotensif, anti-infamasi dan peningkatan sistem imun (Wang dkk., 2002). Kurang lebih 160 senyawa telah diidentifkasi dari tanaman Mengkudu ini, dengan komponen mikronutrien yang utama adalah senyawa-senyawa fenolik, asam-asam organik, dan alkaloid. Diantara senyawa fenolik yang ada, yang paling penting untuk dilaporkan adalah antrakuinon (damnakanthal, morindon, morindin), dan juga aukubin dan asperulosid (Blanco dkk., 2005). Beberapa senyawa aktif telah diidentifkasi dari buah mengkudu ini antara lain skopoletin (suatu kumarin fenolik), polisakarida, asam askorbat, β-karoten, l-arginin, proxironin, dan proxeroninase (Sjabana dan Bahalwan, 2002). Wang dkk. (1999) melaporkan adanya 2 glikosida (rutin dan asam asperulosidat) dan ester asam lemak trisakarida [2,6-di- O-(β-D-glukopiranosil)-1-O-oktanoil-β-D-glukopiranosa yang diisolasi dari fraksi tidak larut butanol ekstrak etanol buah mengkudu. Senyawa-senyawa fenolik telah dilaporkan mempunyai aktivitas antioksidan karena sifat-sifat redoksnya. Senyawa fenolik beraksi sebagai agen pereduksi, pemberi hidrogen, peredam oksigen singlet, dan juga sebagai pengkelat logam yang potensial (Kahkonen dkk., 1999). Salah satu kandungan buah mengkudu adalah skopoletin atau 7-hidroksi-6-metoksikumarin (Wang dkk. 2002) . Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi skopoletin dan kemudian menguji aktivitas antioksidannya karena senyawa skopoletin merupakan senyawa fenolik. METODE PENELITIAN Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah mengkudu (tidak terlalu muda dan belum masak) yang berasal dari daerah Sewon, Bantul, Yogyakarta. Radikal 2,2- difenil-1- pikrilhidrazil (DPPH) diperoleh dari Sigma. Co. Silika gel GF 254 , silika gel (230- 240 mesh), etanol, metanol, kloroform, etil asetat, amonia (E. Merck), heksana (Water ISOLASI SKOPOLETIN DARI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA Isolation of Scopoletin from Mengkudu Fruit (Morinda citrifolia L) and Measurement its Antioxidant Activity Sugeng Riyanto dan Abdul Rohman ABSTRAK Skopoletin telah diisolasi dari fraksi kloroform ekstrak metanol buah mengkudu (Morinda citrifolia L) yang strukturnya dikonfrmasikan dengan spektroskopi inframerah dan spektrometri massa. Skopoletin menunjukkan aktivitas penang- kapan radikal 2,2’-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) dengan nilai IC50 348,79 μg/mL, 35 kali lebih lemah dibandingkan dengan vitamin E (IC50 9,77 μg/mL). Skopoletin juga mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih lemah dibandingkan dengan vitamin menggunakan metode linoleat-tiosianat. Kata kunci: skopoletin, antioksidan, DPPH, dan linoleat-tiosianat ABSTRACT Scopoletin has been isolated from chloroform fraction of methanolic extract of Mengkudu fruit (Morinda citrifolia L). Its structure was confrmed using infra red spectroscopy and mass spectroscopy. Scopoletin revealed a scavenging activity of 2,2’-diphenil-1-picrylhydrazil (DPPH) radical by IC 50 348.79 μg/mL, 35 times lower than that of vitamin E (IC 50 9.77 μg/mL). Furthermore, scopoletin also showed an antioxidant activity which was lower than that of vitamin E by using linoleic-thiocyanate method. Keywords: scopoletin, antioxidant, DPPH, and linoleic-thiocyanate Bagian Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara, Yogyakarta 55281.