PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER OBSERVASIONAL BERJUDUL BETAWI PUNYA TARI KREASI DIRECTING OBSERVATIONAL DOCUMENTARY FILMS BETAWI GOT CREATION DANCE Imam Syafei Prodi S1 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom Email: imamsyafei2081@gmail.com Abstrak Penyutradaraan film dokumenter ini dengan latar belakang kurangnya minat masyarakat terhadap budaya tradisional Betawi. Dari setiap masyarakat khususnya kota DKI Jakarta kurang mengenal kebudayaan tradisional Betawi itu sendiri karena kurangnya pengenalan-pengenalan budaya kepada masyarakat baik dari segi ilmiah maupun alamiah. Maka dari itu perlunya pengenalan-pengenalan budaya tradisional Betawi kepada masyarakat salah satu pengenalannya melalui kesenian tari kreasi Betawi. Film sebagai salah satu media komunikasi yang dapat menyampaikan pesan kepada orang banyak dan salah satu cara yang efektif. Dalam perancangannya penulis menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan sosial budaya dalam mengurai dan menjelaskan permasalahan. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi pustaka, serta audio visual. Teori-teori yang digunakan ialah mengenai identitas, minat, kebudayaan, tari, film, sutradara, dan sosial budaya. Perancangan ini menghasilkan sebuah dokumenter televisi yang dapat membangun minat masyarakat terhadap budaya Betawi melalui salah satunya tari kreasi Betawi. Pada tugas akhir, penulis bertugas sebagai sutradara yang mengatur sebuah konsep cerita, jalannya produksi serta memberikan arahan pada tahap penyuntingan gambar. Kata Kunci: Dokumenter, minat masyarakat, penyutradaraan. Abstract The directing of this documentary films against the background of the lack of public interest in Betawi traditional culture. From every society, especially the city of DKI Jakarta is less familiar with Betawi traditional culture itself because of the lack of cultural recognition to the community both scientifically and naturally. Therefore the need for introduction of traditional Betawi culture to the community one of the introduction through the art of dance creation of Betawi. Film as a medium of communication that can convey a message to the people and one effective way. In the design of the authors use qualitative analysis methods with socio- cultural approach in parse and explain the problem. Data collection was obtained through observation, interview, literature study, and audio visual. Theories used are about identity, interests, culture, dance, film, director, and social culture. This design resulted in a television documentary that can build public interest in Betawi culture through one of Betawi dance creations. In the final project, the author served as a director who set a concept of the story, the course of production and provide direction at the stage of image editing. Keywords: Documentary, community interest, directing. A. Pendahuluan Etnik Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Arab, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, Melayu dan Tionghoa. ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.5, No.1 Maret 2018 | Page 33