63 FAKTOR RISIKO KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN PENDERITA TB PARU Samuel Marganda Halomoan Manalu 1 , Deli Syaputri 2 , Risnawati Tanjung 3 , Theodorus Teddy Bambang Soedjadi 4 Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Medan 1234 email: 1 samuelmhm@gmail.com, 2 delisyaputri1989@gmail.com, 3 risnawatitanjung75@gmail.com, 4 teddysoedjadi@gmail.com ABSTRACT The results of survey on prevalence of TB in Indonesia in 2013-2014 from bacteriological confirmation in the population aged 15 years and over produced; The prevalence of smear-positive pulmonary tb per 1000.000 population aged 15 years and over is 257 (with a 95% confidence level 210-303), The prevalence of pulmonary tbwith bacteriological confirmation per 100.000 population aged 15 years and over is 759 (with 95% confidence interval 590-961), The prevalence of bacteriologically confirmed pulmonary tb at all ages per 100.000 population was 601 (with 95% confidence interval 466-758), and the prevalence of tb of all forms for all ages per 100.000 population is 660 (with a 95% confidence interval 523-813), it is estimated that there are 1.600.000 (with a confidence interval of 1.300.000-2.000.000) people with tb in Indonesia (Kepmenkes, 2015). The characteristics of a healthy house in question include; adequate ventilation, lighting, occupancy density, and humidity. The purpose of this study was to determine the relationship between the physical environment of the house and the incidence of pulmonary tb in Tiga Panah Disctrict, Karo Regency. Observational research with case control design. Cases are patients with pulmonary tb. Controls were non pulmonary tb patients. Samples were taken by simple random sampling as many 60 cases and 60 controls. Where the researchers measured the dependent variable first, while the independent variable was retrospectively to determine whether there was a risk of pulmonary tb incidence. Statistical test used was Chi-Square (bivariate analysis). The results showed that occupancy density, ventilation area, floor conditions, and lighting were risk factors for pulmonary tb. Occupancy density variable is the most dominant variable with the incidence of pulmonary tb with OR value 0.328 CI 0.154- 0.695, p value 0.006. for this reason, Puskesmas Tiga Panah and Dinas Kesehatan Kabupaten Karo increase public knowledge about the area needed for each house to prevent pulmonary tb. Keyword: Pulmonary TB, Environment Physical House Condition ABSTRAK Berdasarkan survey mengenai prevalensi TB pada tahun 2013-2014 di Indonesia yang diperoleh melalui konfirmasi bakteriologis terhadap populasi dengan usia 15 tahun ke atas menghasilkan: 1). 257 (tingkat kepercayaan yaitu 95% 210-303) prevalensi TB Paru smear positif setiap 100.000 penduduk usia 15 tahun ke atas, 2). 759 (interval kepercayaan yaitu 95% 590-961) prevalensi TB paru disertai konfirmasi bakteriologis setiap 100.000 orang usia 15 tahun ke atas, 3). 601 (interval kepercayaan yaitu 95% 466-758) prevalensi TB paru berdasarkan hasil konfirmasi bakteriologis di semua umur setiap 100.000 orang; dan 4). 660 (interval tingkat kepercayaan yaitu 95% 523-813) prevalensi TB seluruh bentuk pada semua usia setiap 100.000 orang, dan perkiraan ada 1.600.000 (interval tingkat kepercayaan mulai dari 1.300.000-2.000.000) penduduk Indonesia dengan penyakit TB (Kemenkes, 2015). Karakteristik rumah sehat yang dimaksud mencakup: ventilasi yang cukup, pencahayaan, padatan hunian, dan kelembaban. Tujuan dari penelitian ini mengetahui hubungan dari kondisi lingkungan fisik rumah terhadap kejadian TB paru di Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo. Penelitian observasional dengan rancangan case control. Kasus adalah penderita TB Paru. Kontrol adalah bukan penderita TB Paru. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan 60 kasus dan 60 kontrol. Pengukuran variabel dependen di lakukan peneliti terlebih dahulu, untuk variabel independen dilakukan dengan retrospektif untuk melihat risiko ada tidaknya kejadian TB paru. Pengujian data secara statistik dengan Chi-Square (analisis bivariat). Hasil analisis bivariat menunjukkan kepadatan hunian, luas ventilasi, kondisi lantai, dan pencahayaan merupakan faktor risiko kejadian TB Paru. Variabel kepadatan hunian merupakan variabel yang paling dominan dengan kejadian TB Paru dengan nilai OR 0,328 CI 0,154-0,695 p-value 0,006. Untuk itu pihak instansi Puskesmas Tiga Panah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai luas bidang yang dibutuhkan setiap rumah dalam mencegah TB Paru. Kata Kunci: TB Paru, Kondisi Lingkungan Fisik Rumah