J. Agro Complex 2(1):19-28, February 2018 DOI: https://doi.org/10.14710/joac.2.1.19-28 http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/joac ISSN 2597-4386 Karakter Fisiologi dan Pendugaan Heritabilitas Tanaman M1 Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Hasil Induksi Iradiasi Sinar Gamma (Physiological Characters and Heritability Estimation of M1 Onion (Allium ascalonicum L.) Induced by Gamma Ray Irradiation) L. Alfariatna, F. Kusmiyati, dan S. Anwar Agroecotechnology, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University Tembalang Campus, Semarang 50275 – Indonesia Corresponding E-mail : likaalf@gmail.com ABSTRACT The aim of the research was to determine the physiological characters, heritability estimation, and information of lethal doses (LD 50 ) of M1 onion plant induced by gamma ray irradiation. The research was arranged in monofactor experiment with Complete Randomized Design (CRD) with 6 treatments and 5 replications, each replication consisted of 5 onion bulbs was irradiated by gamma ray of 0, 3, 6, 9, 12, 15 Gy. Parameters observed were the percentage of germination, chlorophyll content, nitrate reductase activity, heritability estimation and LD 50 . The data were analyzed by anova and followed by BNT 5% level. The result showed that irradiation significantly affected chlorophyl content and nitrate reductase activity. LD50 of onion was 7.64 Gy. Heritability value ranged from 52.22 – 80.51%. Keywords : Allium ascalonicum L.,irradiation, LD 50 , heritability ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek iradiasi sinar gamma terhadap karakter fisiologi dan nilai heritabilitas M1 tanaman bawang merah ( Allium ascalonicum). Penelitian menggunakan percobaan monofaktor dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan iradiasi sinar gamma dengan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 5 umbi bawang merah dengan dosis penyinaran 0, 3, 6, 9, 12, dan 15 Gy. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan analisis sidik ragam (anova) dan dilanjutkan uji BNT taraf 5%. Parameter yang diamati meliputi presentase hidup, kandungan klorofil, aktivitas nitrat reduktase, LD 50 dan heritabilitas bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan klorofil a, klorofil b, klorofil total (a+b) dan ANR. Nilai LD 50 bawang merah adalah 7,64 Gy. Nilai heritabilitas berkisar antara 52,22 – 80,51%. Kata kunci : Allium ascalonicum L., iradiasi gamma, LD 50 , heritabilitas. PENDAHULUAN Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran utama yang sangat potensial dan terus mengalami peningkatan permintaan dan konsumsi. Wilayah produksi bawang merah di Indonesia terkonsentrasi di Propinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Badan Pusat Statistik (2015) mencatat produksi bawang merah pada tahun 2014 di Provinsi Jawa Tengah mencapai 519,356 ton, Provinsi Jawa Timur mencapai 293,179 ton dan di Jawa Barat mencapai 130,082 ton. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (2015) mencatat konsumsi bawang merah pada tahun 2011 sebesar 2,36 kg/kapita/tahun dan terus meningkat hingga pada tahun 2014 konsumsinya mencapai 2,49 kg/kapita/tahun. Kendala yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan bawang Karakter Fisiologi dan Pendugaan Heritabilitas Tanaman M1 Bawang Merah (Alfariatna et al.) 19