Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 22 No 2 tahun 2020 147 PENINGKATAN PELAYANAN MUATAN KENDARAAN PADA KAPAL KM. MUTIARA TIMUR 1 ( Studi Pada PT. Atosim Lampung Pelayaran Cabang Semarang ) Tini Utami 1* , Aditya Mutiara Dewi 2 1 Program Studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan, Politeknik Bumi Akpelni Jln. Pawiyatan Luhur II/17, Bendan Dhuwur Semarang 2 Program Studi Transportasi Laut, Politeknik Bumi Akpelni Jl. Pawiyatan Luhur II/17, Bendan Dhuwur Semarang * Email:tini@akpelni.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Strategi yang diterapkan oleh PT Atosim Lampung Cabang Semarang dalam Peningkatan Pelayanan Jasa Penumpang Dan Barang pada Kapal Ro-Ro, serta mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian diskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis Miles Huberman. Dari hasil penelitian telah diperoleh bahwa: Strategi peningkatan pelayanan jasa penumpang dan barang Kapal Ro-Ro dapat dikategorikan berhasil dalam mengatasi masalah masalah yang ada, seperti halnya pelayanan jasa, jaminan kerugian, sarana prasarana, sistem E-Ticketing, kenyamanan dan keamanan. Selain itu, hasil penelitian ini juga berdasarkan pada penggunaan penerapan Lima Elemen Service Quality (ServQual) seperti Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, dan Responsiveness (RATER) oleh PT Atosim Lampung Pelayaran Cabang Semarang. Kata kunci : kapal Roro, peningkatan, dan pelayanan PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan atau sebagai negara maritim, sehingga peranan pelayaran sangat penting bagi suatu kehidupan sosial, ekonomi, pemerintahan, pertahanan / keamanan, dan sebagainya. Selain itu, Bidang kegiatan pelayaran sangat luas yang meliputi angkutan penumpang, angkutan barang, penjagaan pantai, hidrografi, serta masih banyak lagi jenis kegiatan pelayaran lainnya. Sebagai suatu negara kepulauan yang mempunyai lebih dari 3.700 pulau dan wilayah pantai sepanjang 80.000 km atau dua kali keliling dunia melalui katulistiwa, kegiatan angkutan pelayaran sangat diperlukan untuk dapat menghubungkan antar satu pulau dengan pulau yang lain juga dengan satu pelabuhan dengan pelabuhan lain. Berdasarkan Undang-udang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, Urusan pemerintahan wajib yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah terbagi menjadi 2 ( dua) yaitu Urusan yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan Urusan Pemerintahan yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Salah satu urusan Pemerintahan yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar adalah perhubungan, sehingga sektor transportasi dikenal sebagai salah satu mata rantai jaringan distribusi barang dan penumpang telah berkembang demikian dinamis serta berperan didalam menunjang pembangunan dibidang politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan keamanan. Pertumbuhan sektor ini akan tercermin dalam perkembangan ekonomi secara langsung sehingga transportasi dapat dilihat dari kemampuannya untuk menunjang serta mendorong peningkatan ekonomi nasional, regional dan lokal, dalam stabilitas politik termasuk dalam mewujudkan nilai-nilai sosial dan budaya yang diindikasikan melalui berbagai indikator transportasi antara lain : kapasitas, kualitas pelayanan, aksesibilitas keterjangkauan, beban politik dan utilisasi. Kebutuhan terhadap jasa transportasi laut sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut dapat dirasakan manfaatnya disemua sektor perdagangan