Studi Variasi Suhu Tahan pada Saat Proses Laku Panas Baja Paduan Berfasa Ganda Ni-Laterit (Satrio Herbirowo dkk) 33 STUDI VARIASI SUHU TAHAN PADA SAAT PROSES LAKU PANAS BAJA PADUAN BERFASA GANDA NI-LATERIT THE STUDY OF HOLDING TEMPERATURE VARIATION DURING HEAT TREATMENT OF DUALPHASE NI-LATERITE ALLOY STEEL Satrio Herbirowo 1 , Saefudin 2 , Bintang Adjiantoro 1 1 Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI 1 *satrio.herbirowo@lipi.go.id, 2 saef1959@gmail.com Diterima: 25 April 2018 Direvisi: 21 Mei 2018 Disetujui: 18 Juni 2018 ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari pengaruh variasi suhu tahan pada baja Ni-laterit yang dipanaskan pada temperatur 800 o C dengan waktu tahan 1 jam dan media pendinginan berupa air. Setelah pemanasan dan pendinginan tersebut, spesimen kembali dipanaskan dengan temperatur penahanan bervariasi 300, 500, 700 o C secara simultan. Pada spesimen dengan pemanasan pertama, didapatkan nilai kekerasan 60,98 HRC dan fasa yang terbentuk adalah 82,04% martensit dan 18,51% ferit. Pada pemanasan 300 o C didapatkan nilai kekerasan 21,36 HRC dan fasa yang terbentuk adalah 66,11% perlit dan 33,89% ferit halus. Perlit kasar membentuk struktur dendritik, didapatkan karena solidifikasi dan transformasi fasa. Karakterisasi morfologi menggunakan SEM dan EDS menunjukkan struktur batas butir yang jelas beserta bentuk fasa martensit dan elemen paduan Ni/Fe tersebar merata pada sampel. Kata Kunci: perlakuan panas, tempering, martensit, morfologi ABSTRACT This research was aimed to study the effect of variations in the holding temperature on Ni-laterite steel at 800°C and the holding time of one hour with cooling treatment variation on water quench media. After holding temperature of 800°C, three specimens were reheated at 300, 500, and 700°C simultaneously. After the first heating at 800°C, the specimen had a hardness of 60.98 HRC, and composed of 82.04% martensite phase fraction and 18.51% ferrite phase fraction. After the second heating at 300°C, the specimen had a hardness of 21.36 HRC, and composed of 66.11% pearlite and 33.89% fine-grain ferrite. Large grain pearlite changed to dendritic due to solidification and phase transformation. Morphological characterization using Scanning Electron Microscopy and Energy Dispersive X-Ray resulted in clear grain boundary as well as martensite phase shape. Ni/Fe alloyed element dispersed in all sample sections. Keywords: heat treatment, tempering, martensite, morphology PENDAHULUAN Penelitian baja fasa ganda sudah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti untuk melihat pengaruh variasi perlakuan panas fasa ganda terhadap sifat mekaniknya menggunakan produk baja komersial yang sudah terstandar [1,2,3]. Banyak permintaan industri otomotif dalam optimalisasi material baja terobosan baru yang memiliki kekuatan tinggi dan mampu bentuk yang baik, maka penelitian sebelumnya baja karbon rendah perlakuan fasa ganda menunjukkan bahwa mampu meningkatkan kekuatan dan keuletan baja dari terbentuknya struktur mikro fasa martensit dan ferit. Adapun baja tulangan untuk konstruksi, dengan perlakuan panas fasa ganda dapat meningkatan kekuatan tarik optimum dengan suhu 770-800°C [4,5] tetapi pada penelitian Nugroho et.al. terdapat permasalahan menurunnya sifat kekuatan tarik setelah dipanaskan pada area fasa ganda, maka perlu dilakukan analisis lebih lanjut dalam optimalisasi sifat mekaniknya [6]. Pada Baja AISI yang dilakukan pemanasan temper setelah