S P E K T R A: Jurnal Kajian Pendidikan Sains 6 (2) (2020) 113 P-ISSN : 2442-9910 E-ISSN : 2548-642X S P E K T R A: Jurnal Kajian Pendidikan Sains 6 (2) (2020) DOI: http://dx.doi.org/10.32699/spektra.v6i2.149 ANALISIS FISIKA MEDIK PADA INTENSITAS NYERI PASIEN KANKER NASOFARING SETELAH DILAKUKAN MINDFULLNES Anisa Ell Raharyani 1*, Sri Jumini 2 , Yuriz Bakhtiar 3 , Awal Prasetyo 3 1 Keperawatan, FIKES, Universitas Sains Al-Qur’an, Jl. Kalibeber Raya Km. 03, Wonosobo 2 Pendidikan Fisika, FITK, Universitas Sains Al-Qur’an, Jl. Kalibeber Raya Km. 03, Wonosobo 3 Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro *corresponding author : Anisa Ell Raharyani, email : anisaell@unsiq.ac.id Nomor Handphone: 081327136676 Dikirimkan: 02/08/2020. Diterima: 17/10/2020. Dipublikasikan: 31/10/2020. Abstrak Nyeri pada pasien kanker nasofaring merupakan gejala yang sering terjadi. Keseimbangan pada gaya otot, dan tulang pada nasofaring dapat terganggu. Nyeri ini dapat disebabkan oleh metastase, proses infeksi atau pengobatan dan dapat menimbulkan dampak secara fisik, stres psikologi, dampak spiritual, sosial, bahkan banyak menimbulkan kematian serta menurunkan kualitas hidup pasien. Sebagian besar nyeri ini dialami oleh pasien kanker nasofaring stadium III dan IV. Pengaruh nyeri menimbulkan perubahan pada psikoneuroimunologi, sehingga diperlukan penanganan secara integratif dan holistik untuk mengurangi intensitas nyeri. Salah satu bentuk terapi integratif yang dilakukan adalah Mindfulness. Tujuannya adalah melihat gambaran penurunan intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring setelah dilakukan Mindfulness. Metodenya adalah experimental clinical trial pre and post test design one group without control. Jumlah sampel 18, diambil berdasarkan consecutive sampling. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Hasilnya adalah terdapat perbedaan rata-rata intensitas nyeri sebelum dilakukan terapi, (mean 4,07 + 0,99) dan setelah dilakukan terapi, (mean 3,07 + 0,91), Uji t-test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan p value 0,001. Kesimpulannya adalah ada penurunan intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring setelah dilakukan Mindfulness. Kata Kunci: Intensitas nyeri, keseimbangan otot, mindfulness, kanker nasofaring Abstract Pain is a common symptom experienced by patients of nasopharyngeal cancer . This pain is caused by metastasis, infection and medication. Pain can result in physical, psychological (stress), social, and spiritual impact as well as it causes the emergence of perception about death that can decrease the life quality. Pain response affects changes on psychoneuroimmunology. Integrated treatment on pain is needed. Mindfulness is one form of integrative therapy to relieve pain intensity. experimental clinical trial one group pre and post test design without control. Number of sample is 18 and collected based on consecutive sampling. Pain intensity is measured by using VAS. difference of pain intensity before therapy, (mean4,07 + 0,99), and after therapy, mean (3,07 + 0,91), t-test showed that there is significant difference of p value 0,001. Mindfulness therapy is proved to give effect on pain intensity Keywords: pain, muscle balance, mindfulness, nasopharyngeal cancer PENDAHULUAN Kanker nasofaring (KNF) merupakan penyakit keganasan yang menyerang sistem Telinga Hidung Tenggorokan (THT). Gejala nyeri biasanya dirasakan pada kepala sebelah kiri, dan menjalar ke leher dan pundak. Indera pendengaran dan penciuman mulai terganggu. Rasa sakit pada bagian ini mengakibatkan fungsi bagiang Upper motor neuron (UMN) mengalami penurunan [1]. Upper motor neuron (UMN) merupakan kumpulan syaraf-syaraf motorik yang