Jurnal AGROTEK Vol. 6 No. 1, Februari 2019. ISSN2356-2234 (print) , ISSN 2614-6541(online) Journal Homepage: http://journal.ummat.ac.id/index.php/agrotek 29 ANALISIS KINERJA ALAT DESALINASI AIR LAUT PENGHASIL AIR TAWAR DAN GARAM DENGAN MENGGUNAKAN TENAGA SURYA Sopiyan Iqbal 1 , Sukmawaty 1 , Guyup Mahardhian Dwi Putra 2* , Diah Ajeng Setiawati 1 1 Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram 2 Program Studi Teknik Pertanian,Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram, guyupmdp@unram.ac.id INFO ARTIKEL ABSTRAK RiwayatArtikel: Dite rima: 12-09-2018 Dise tujui : 02-01-2019 Abstrak :Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja alat desalinasienergi surya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan mendestilasikan air laut sebanyak 5 liter selama 5 hari. Pengambilan data dilakukan setiap hari selama 10 jam (08.00-17.00 WITA). Parameter yang diamati adalah intensitas matahari (IT, W/m 2 ), temperatur air laut (Tal, °C), temperatur air tawar (Tat, °C), temperatur plat penyerap (Tc, °C), temperatur penguapan (Tsv, °C), temperatur lingkungan (Ta, °C), produktivitas air tawar (liter), serta garam yang terbentuk (liter). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa intensitas matahari sangat berpengaruh terhadap produktivitas destilat yang dihasilkan . Volume destilat terbesar dihasilkan pada hari kedua dengan efisiensi energi mencapai 97,52%. Abstract: This study aimed to determine the performance of solar energy desalination devices. The method used was an experimental method by distillate 5 liters of seawater for 5 days. Data collection was carried out every day for 10 hours (08.00-17.00 WITA). The parameters observed were solar intensity (IT, W / m2), seawater temperature (Tal, °C), freshwater temperature (Tat, °C), absorbent plate temperature (Tc, °C), evaporation temperature (Tsv, °C), environmental temperature (Ta, °C), productivity of fresh water (liters), and salt formed (liters). The observations showed that the intensity of the sun is very influential on the productivity of the distillate produced. The largest volume of distillate was produced on the second day with energy efficiency achieved 97.52%. Kata Kunci: Air laut Desalinasi Energi surya Volume destilat —————————— —————————— A. LATAR BELAKANG Indonesia secara geografis merupakan sebuah negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan yaitu, sekitar 3.288.683 km 2 . Hal ini bisa terlihat dengan adanya garis pantai di hampir setiap pulau di Indonesia (± 81.000 km) yang menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Melihat Indonesia yang terletak di tengah kepungan air laut, kekurangan air bersih banyak menimpa masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia untuk hidup. Penyediaan air bersih bagi seluruh lapisan masyarakat masih merupakan satu masalah besar di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan upaya untuk mendapatkan air jernih dengan proses destilasi air laut. Kepulauan Indonesia yang berada di sekitar garis katulistiwa memiliki iklim tropis sehingga mendapatkan penyinaran matahari sepanjang tahun. Energimatahari yang tersediamerupakansumberenergi yang murahdandapatdimanfaatkansebagaisumberenergialter natif [1] Untuk dapat memanfaatkan energi surya tersebut khususnyadalam proses destilasi air laut, digunakan suatu perangkat untuk mengumpulkan energi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi dan mengubahnya menjadi energi kalor yang berguna. Perangkat ini disebut dengan kolektor surya. Penelitian tentang kolektor surya bukanlah ide baru dalam dunia teknologi rekayasa surya. Telahbanyak para peneliti yang telahmenelitihalinisebelumnya, salahsatunyapenelitianterkaitdestilasi plat dataroleh[2] dimanaefisiensidestilasimencapai 8,48% dan rata-rata produktivitas air tawarmencapai 665 ml. Nilai efisiensi destilat yang dicapai pada penelitian sebelumnya [2] dirasa masih sangat rendah. Oleh karena itu, penelitian inidiperlukan untuk mengetahui kinerja alat destilasi air laut berbasis energi surya, mengetahui produktivitas air tawar yang dihasilkan, serta menentukan kesetimbangan massa air laut yang diperlukan untuk mendapatkan efisiensi yang maksimal. B. METODE PENELITIAN 1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada 16-21 Juli 2018 di Fakultas Teknologi Pangan dan Agoindustri, Universitas Mataram. 2. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah: