NAHDLATUL WATHAN DI ERA REFORMASI Agama, Konflik Komunal Dan Peta Rekonsiliasi Anomali sosial yang terjadi di tengah masyarakat Muslim harus dipahami sebagai bukti nyata tidak sehatnya sebuah kelompok sosial. Buku ini menganalisa dengan tajam fenomena dan latarbelakang yang kasat di mata sebagian besar orang. Buku ini juga berangkat dari sebuah analisa faktual dari peristiwa perpecahan NW Pancor dan NW Anjani. Prasyarat untuk diketahui bagi siapa saja yang ingin menemukan pintu perdamaian bagi kedua pihak, harus membaca buku ini. (Profesor Thomas Santoso, Sosiolog dan Pengamat Kekerasan Politik Agama UK Petra) (Tuan Guru Hasanain Juaini, Pimpinan Ponpes Nurul Haramain NW Narmada, Lombok Barat). Buku ini merupakan hasil penelitian yang komprehensif mengenai NW. Isinya membedah agama yang acapkali disalahgunakan dan disalaharahkan dalam konflik komunal untuk memperebutkan kekuasaan. Dengan argumentasi yang kuat telah disusun peta rekonsiliasi sebagai sikap tanggap dan upaya antisipasi atas konflik komunal. Buku yang luar biasa dan layak dibaca oleh orang yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika kita ingin meningkatkan pemahaman kita tentang konflik komunal dan kondisi daerah pasca reformasi rezim otoriter di Indonesia, kita tidak bisa sama sekali hanya bersandar pada studi politik di tingkat nasional yang konvensional. Berdasarkan pada politik lokal, budaya dan sejarah, studi tentang NW di Lombok Nusa Tenggara Barat ini memberikan nuansa yang berbeda dengan detail yang bagus dan menawarkan sebuah kunci wawasan tentang dan resolusi yang bisa diperjuangkan, konflik sosial dan kontestasi yang muncul selama masa transisi. Buku ini menyoroti pentingnya penelitian terpisah ketika berhadapan dengan entitas yang beragam dan plural seperti negara Indonesia dan memetakan kontinuitas, perubahan dan ketidakpastiannya. (Dr. Paul J. Carnegie, Institute of Asian Studies, Universiti Brunei Darussalam) (Profesor Mark Woodward, Center for the Study of Religion and Conflict, Arizona State University) Dalam buku ini Saipul Hamdi menghadirkan secara jernih, teori yang mutahir 'sophisticated' dan data yang kaya dan detail tentang konflik yang sangat penting muncul di Lombok, khususnya terkait NW pasca kejatuhan rezim Orde Baru pada 1998. Hasilnya adalah sebuah analisa yang mendalam tentang jalan di mana kejatuhan rezim otoritarian dapat menjadi titik kritik yang membuka kemungkinan hubungan ruang politik termasuk konflik dan juga kerjasama demokrasi 'democratic coopration’ Konflik akan menjadi barokah apabila dikelola dan dikontrol dengan baik. Konflik dapat diselesaikan dengan cara musyawaroh untuk mufakat. Meskipun tidak mudah mencari resolusi yang tepat dari tahap yang abstrak dan holistik, tetapi buku ini menjadi wacana awal yang diharapkan muncul konsep abstrak dengan landasan teori yang diangkat berdasarkan fakta dari hasil penelitian dan kajian secara ilmiah dengan landasan metodologi yang kuat. (Profesor Agil Al Idrus, FKIP Universitas Mataram) NAHDLATUL WATHAN DI ERA REFORMASI Agama, Konflik Komunal Dan Peta Rekonsiliasi Saipul Hamdi Saipul Hamdi