86 Estimasi Beban Cemar dan … (Warsa, A., Astuti, L.P.) Estimasi Beban Cemar dan Laju Dekomposisi Bahan Organik di Waduk Ir. H. Djuanda, Jawa Barat Decomposition Rate and Organic Matter Load at Ir. H. Djuanda Reservoir, West Java ANDRI WARSA, LISMINING PUJIYANI ASTUTI Balai Riset Pemulihan Sumber daya Ikan Jalan Cilalawi No 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat 41152 Email: andriwarsa@yahoo.co.id ABSTRACT Ir. H. Djuanda or Jatiluhur reservoir as a multifunction water body with one of utilization as fish cultivation activity. Uneaten feed and fish excretion were organic matter sources. The number of floating net cages was increasing and it caused increasing in organic matter load. The objective of the research was to known organic matter load and decomposition rate (k) and BOD (Biochemical oxygen demand) ultimate (Lo) at Jatiluhur Reservoir. The research was done in February and August 2018 at three locations were Astap, Pasir Canar and Pulau Aki. The result of the research shown was organic load from cultivation activity was 70,595 tons/year. The decomposition rate of organic matter around 0.10-0.25 per day with BOD ultimate around 6.80-8.11 mg/L. The value of Lo was affected by organic matter concentration. Keywords: Ir. H. Djuanda Reservoir, organic matter, decomposition rate, BOD ultimate ABSTRAK Waduk Ir. H. Djuanda atau yang dikenal dengan Waduk Jatiluhur merupakan waduk multifungsi yang salah satu pemanfaatannya untuk kegiatan budidaya ikan. Sisa pakan yang terbuang dan ekresi ikan merupakan sumber masukkan bahan organik. Jumlah keramba jaring apung (KJA) yang semakin bertambah akan menyebabkan beban masukkan bahan organik meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban masukkan bahan organik dari kegiatan budidaya dan laju dekomposisi bahan organik (k) serta BOD (Biochemical oxygen demand) ultimate (Lo) di Waduk Jatiluhur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari dan Agustus 2018 pada tiga lokasi yaitu Astap, Pasir Canar dan Pulau Aki. Pendekatan yang digunakan dalam penentuan nilai k dan Lo adalah metode Grafik Thomas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban masukkan bahan organik dari kegiatan budidaya sebesar 70.595 ton/tahun. Beban masukkan bahan organik telah melebihi daya dukung perairan. Nilai k untuk dekomposisi bahan organik di Waduk Jatiluhur berkisar 0,10-0,25 per hari dengan nilai Lo berkisar 6,80- 8,11 mg/L. Nilai Lo dipengaruhi oleh konsentrasi bahan organik di perairan. Kata kunci: Waduk Ir. H. Djuanda, bahan organik, laju peluruhan, BOD ultimate 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Biochemical oxygen demand (BOD) merupakan parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas air selain nutrien dan padat total terlarut (1,2) . Nilai BOD akan menggambarkan tingkat pencemaran suatu perairan yang disebabkan oleh masukkan bahan organik (3) . Parameter BOD menggambarkan fraksi bahan organik yang dapat terdekomposisi oleh bakteri pada kondisi aerob (4,5) . Dekomposisi bahan organik di perairan menggunakan oksigen terlarut sehingga menyebabkan penurunan konsentrasi oksigen terlarut (6) . Pengukuran nilai BOD pada interval waktu tertentu dapat digunakan untuk mengetahui laju peluruhan bahan organik dan BOD ultimate (7) . Nilai BOD dapat dijadikan indikator tingkat pencemaran pada suatu badan air (8) . Waduk Ir. H. Djuanda atau yang dikenal dengan Waduk Jatiluhur memiliki luas 8.300 ha. Waduk ini merupakan waduk multifungsi yang dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan di dalam keramba jaring apung (KJA). Aktivitas budidaya dapat memberikan beban masukkan bahan organik dan nutrien yang berasal dari pakan dan sisa metabolisme ikan (9,10) . Bahan organik yang berasal dari sisa pakan yang terbuang tersebut akan mengendap di dasar perairan sedangkan ekresi ikan akan terdispersi ke perairan (11) . Beban masukkan bahan organik diperairan akan menyebabkan kenaikan nilai BOD serta peningkatan status trofik perairan