Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2017 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 4 Februari 2017 ISSN : 2302-3805 1.2-271 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN DI TINGKAT POSYANDU CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP Zulfikar Yusya Mubarak 1) , Efriliawan Noor 2) , Febryan Destyanto 3) , Kurnianto Tri Nugroho 4) , M. Iqbal Mustofa 5) , Alfahmi Muhammad Arif 6) Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta Jl Ring road Utara, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta 55281 Email : zulfikaryusya@gmail.com 1) , efriliawan.noor@gmail.com 2) , febryandestyanto1@gmail.com 3) , kurniantotrinugroho@gmail.com 4) , miqbalmustofa90 @gmail.com 5) , fahmiayay@gmail.co.id 6) Abstrak Kebutuhan akan pentingnya suatu informasi di berbagai bidang khususnya dibidang pelayanan kesehatan menjadikan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan bagian fungsional dari Sistem Kesehatan. Kontribusi Posyandu dalam meningkatkan kesehatan bayi dan anak balita sangat besar. Untuk mendukung berbagai kegiatan Posyandu perlu adanya Sistem Informasi Posyandu (SIP) yang dapat digunakan untuk mempermudah jalannya kegiatan Posyandu seperti data dasar posyandu, kegiatan layanan posyandu, data pengguna posyandu dan petugas posyandu Namun sampai saat ini metode yang digunakan dalam pengolahan data masih menggunakan cara-cara manual, sehingga menyebabkan kualitas data yang terekam bisa menjadi kurang akurat, akibatnya adalah akan adanya potensi kesalahan pengambilan keputusan oleh petugas / penyedia layanan kesehatan dalam penanganan kasus yang terjadi di lingkungan posyandu tersebut. Untuk itu perlu adanya model pengembangan SIP secara komputerisasi yang dapat mengatasi masalah diatas, sebagai tindak lanjut untuk menyelesaikan masalah yang ada dan untuk mempermudah pengelolaan rekam informasi kesehatan di Posyandu. Dalam pembuatan sistem ini diharapkan dapat membantu kinerja petugas Posyandu dalam hal administrasi Posyandu. Dengan sistem informasi ini diharapkan mempermudah proses input, output data Posyandu di Tingkat Puskesmas Cilacap Selatan Kata kunci: Sistem Informasi, Posyandu, Puskesmas. 1. Pendahuluan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan suatu forum komunikasi, alih teknologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini. Posyandu merupakan pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana [1] Posyandu melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan ibu dan anak secara rutin dan terus menerus tiap bulannya. Pemantauan terhadap kesehatan ibu terutama bagi ibu hamil dilakukan untuk menemukan ibu hamil dengan risiko tinggi agar dapat dilakukan upaya pencegahan dan masyarakat siap merujuk ke petugas kesehatan pada saat akan melahirkan untuk menghindari terjadinya kematian ibu. [2] Pemantauan dan pengamatan yang dilakukan secara berkala dan terus menerus ini turut membantu unit terkait yakni puskesmas dan dinas kesehatan di lingkup yang lebih luas dalam hal proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data kesehatan masyarakat ibu & anak, secara sistematik dan terus menerus serta penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk dapat segera mengambil tindakan yang tepat dalam penanganannya, maka dari itu disini diperlukan adanya sebuah sistem informasi yang bisa memberikan report pemantauan dan pengamatan secara uptodate. Kebutuhan akan pentingnya suatu informasi di berbagai bidang khususnya dibidang pelayanan kesehatan menjadikan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan bagian fungsional dari Sistem Kesehatan, yaitu suatu sistem yang memberikan pelayanan yang terpadu, meliputi pelayanan pencegahan penyakit, pelayanan pengobatan, rehabilitatif dan peningkatan kesehatan. Sistem informasi dapat memberikan hasil yang lebih untuk output sebuah sistem, tentunya bila sistem di dalamnya telah berjalan dengan baik. Era informasi merupakan periode yang melibatkan banyak informasi dalam pengambilan keputusan, baik oleh pihak individu, perusahaan, maupun instansi pemerintah. Informasi semakin mudah diperoleh, sudah semakin bervariasi bentuknya, dan semakin banyak pula kegunaannya (Wahyu, 2004). Pengolahan data secara manual, mempunyai banyak kelemahan, selain membutuhkan waktu yang lama, keakuratannya juga kurang dapat diterima, karena kemungkinan kesalahan sangat besar. Dengan dukungan teknologi informasi yang ada sekarang ini, pekerjaan pengolahan data dengan cara manual dapat digantikan dengan suatu sistem informasi komputer (Lidya Andriani, 2009).