JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.2, (2013) 2337-3520 (2301-928X Print) 78 Abstrak—Remaja sebagai generasi penerus perjuangan Bangsa, harus mendapat fasilitas pendidikan yang layak. Tidak hanya pendidikan formal di sekolah dan kampus, namun juga pendidikan informal. Tindak kriminal, kekerasan, bahkan seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang hanya sebagian kecil permasalahan remaja yang kita temukan di negara Indonesia. Graha Remaja Surabaya, adalah salah satu jawaban dari berbagai macam permasalahan tersebut. Obyek rancang ini mengangkat tema pelangi sebagai konsep rancangan. Bangunan multifungsi ini diharapkan mampu memfasilitasi kegiatan edukasi dan juga rekreasi, khususnya fasilitas olahraga dan seni bagi para pengguna di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Kata Kunci—multifungsi, pelangi, pendidikan informal, remaja. I. PENDAHULUAN very child deserves the opportunity to explore the world outside his or her neighborhood.” “The Youth Center is dedicated to providing a greater opportunity for young people in this neighborhood to practice, to learn, to study, and to sharpen their skills and intellect. This Youth Center is for the children. May they use it well.” — Gary Comer for The Gary Comer Youth Center, 2006 Remaja memiliki peran penting dalam pembangunan nasional di segala bidang. Hal ini tercantum dalam Tap MPR No IV/MPR/1978 tentang GBHN; pola Umum Pelita ketiga, Sub Bagian Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Sosial Budaya, no 10 huruf b menempatkan pemuda (yang hampir keseluruhannya adalah remaja) sebagai “Kader Pengurus Perjuangan Bangsa dan Pembangunan Nasional”. Untuk mencapai arah dan tujuan tersebut, diperlukan kegiatan pembinaan dan pengembangan diri remaja yang terarah, bersifat tetap serta berkelanjutan. Dari segi pendekatannya, dilakukan melalui pendidikan formal dan informal. Sebagian besar remaja Indonesia, khususnya Surabaya sangat antusias terhadap perkembangan dunia seni dan olahraga. Namun, belum ada wadah khusus di kota Surabaya ini yang mampu menaungi kedua aktivitas tersebut. Oleh karena itu, obyek rancang Graha Remaja Surabaya dihadirkan dengan harapan dapat mewadahi aktivitas masyarakat Surabaya, khususnya remaja, yang sering cangkruk. Gambar 1. Kegiatan remaja di Gary Comer Youth Center Selain itu, adanya objek ini juga dapat mewadahi kegiatan-kegiatan yang diadakan beberapa komunitas remaja di Surabaya, seperti Forum for Indonesia Surabaya, Gerakan Mahasiswa Surabaya, Indonesia Mengajar, dan lain-lain. Keberadaan obyek arsitektur ini diharapkan mampu memberikan sesuatu yang berbeda namun tetap menarik bagi penggunanya. Keberadaan pendidikan formal seperti sekolah yang terkadang membuat para siswanya merasa bosan, dapat diimbangi dengan keberadaan Graha Remaja Surabaya yang Multifungsi Graha Remaja dengan Representasi Tema Pelangi Rizkya Fisabila, dan Murni Rachmawati Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: murnirach@arch.its.ac.id “E brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Sains dan Seni ITS