284 JMPF Vol 9(4), 2019 JMPF Vol. 9 No. 4 : 284-293 ISSN-p : 2088-8139 ISSN-e : 2443-2946 DOI : 10.22146/jmpf.48052 Luaran Penggunaan Analgesik Opiat pada Pasien Kanker Outcomes of Opioid Analgesic use in Cancer Patient Salma Fajar Puspita 1 , Zullies Ikawati 1* , Retno Muliawati 3 1. Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada 2. RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta Submitted: 24-07-2019 Revised: 13-09-2019 Accepted: 26-09-2019 Korespondensi : Zullies Ikawati : Email : zullies_ikawati@ugm.ac.id ABSTRAK Nyeri pada pasien kanker dapat menurunkan kualitas hidup pasien kanker. Pemberian obat golongan opiat merupakan lini pertama manajemen nyeri kanker, dimana fentanyl transdermal dan jenis opiat lain sering diresepkan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penurunan intensitas nyeri dan kualitas hidup pasien dengan nyeri kanker yang menggunakan fentanyl transdermal dan opiat oral. Penelitian cohort prospektif ini melibatkan pasien rawat jalan dengan nyeri kanker di Instalasi Kanker Terpadu Tulip RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Follow-up dilakukan melalui telefon 2 minggu setelah rekrutmen. Data intensitas nyeri dan kualitas hidup diperoleh melalui wawancara pasien dengan Numerical Rating Scale (NRS) dan kuesioner EORTC QLQ-C30. Sedangkan data demografi dan status penyakit diperoleh dari rekam medis. Luaran klinik (penurunan intensitas nyeri dan ketercapaian target nyeri) dan kualitas hidup pada kelompok fentanyl transdermal dan opiat oral disajikan secara deskriptif karena rendahnya power penelitian. Total responden yang dilibatkan adalah 111 pasien, 13 (11,71%) pasien menggunakan fentanyl transdermal dan 98 (88,29%) pasien menggunakan opiat oral. Pengaruh jenis opiat terhadap penurunan intensitas nyeri, ketercapaian target nyeri dan kualitas hidup tidak dapat dijustifikasi meskipun secara deskriptif fentanyl transdermal menunjukan luaran yang lebih baik daripada opiat oral. Penurunan intensitas nyeri cenderung dipengaruhi oleh usia (p=0,000) dan status kesehatan global cenderung dipengaruhi oleh stadium kanker (p=0,045). Kata kunci: nyeri kanker; fentanyl transdermal; opiat; kualitas hidup; numerical rating scale ABSTRACT Cancer pain might reduce the quality of life of cancer patients. Opioids are the drug of choice in cancer pain management. Fentanyl and other opioids are often prescribed. This study was aimed to compare the pain intensity reduction and quality of life of patients with cancer pain using transdermal fentanyl and other opioids. This prospective cohort study Oinvolved cancer outpatients with pain at the Tulip International Cancer Center of RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta fulfilling inclusion and exclusion criteria. Follow-up was carried out 2 weeks after recruitment. Pain intensity and quality of life were obtained through interview process using Numerical Rating Scale (NRS) and EORTC QLQ-C30 questionnaire. Patient demographic and disease status were obtained from medical records. Clinical outcomes (reduction in pain intensity and achievement of pain targets) and quality of life in the transdermal fentanyl and oral opioid groups were presented descriptively because of the low research power. Total respondents involved were 111 patients, 13 (11.71%) patients used transdermal fentanyl and 98 (88.29%) patients used oral opiates. The effect of opioid on reduction of pain intensity, achievement of pain targets and quality of life cannot be justified even though descriptively transdermal fentanyl shows better outcomes than oral opioid. The reduction of pain intensity was influenced by age (p = 0,000) and global health status was influenced by the stage of the cancer (p = 0.045). Keywords: cancer pain; fentanyl transdermal; opioid; quality of life; numerical rating scale PENDAHULUAN Kanker merupakan salah satu penyakit penyumbang kematian terbesar di dunia setelah penyakit kardiovaskuler 1 . Selain itu, pada tahun 2016, telah dilaporkan terdapat 17,2 juta kasus disabilitas yang disebabkan oleh kanker 2 . Disabilitas pada pasien kanker dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti fungsi kognitif, perilaku kesehatan, gangguan kesehatan, kesehatan mental, kelelahan,