624 PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL VIDEO PEMBACAAN CERPEN BERMUATAN BUDAYA NASIONAL INDONESIA UNTUK KOMPETENSI MENELAAH KARYA SASTRA BAGI PEMELAJAR BIPA Lerry Alfayanti 1 , Sarwiji Suwandi 2 , Retno Winarni 3 Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta alfalerry@gmail.com 1 , sarwijiswan@yahoo.com 2 , winarniuns@yahoo.com 3 Abstrak Pembelajaran bahasa merupakan sebuah proses untuk menguasai sebuah bahasa. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran bahasa dipengaruhi oleh dua unsur penting di dalamnya, yakni pengajar dan pemelajar. Begitu pula dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang mengharuskan pemelajarnya menguasai keterampilan bahasa maupun sastra. Khususnya bagi pemelajar BIPA tingkat mahir. Proses pembelajaran akan dikatakan berhasil apabila kompetensi yang diajarkan oleh guru atau pengajar dapat dikuasai pemelajar dengan baik. Perlu adanya persiapan yang harus dilakukan oleh pengajar sebelum menyampaikan kompetensi kepada pemelajar. Apalagi bagi pemelajar BIPA, karya sastra pasti cukup asing bagi mereka meskipun tidak sedikit yang sudah mengenal tentang karya sastra di negaranya masing-masing. Untuk itu pengajar BIPA sebaiknya menggunakan berbagai trik inovatif pembelajaran yakni salah satunya dengan menerapkan media pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan diajarkan kepada pemelajar BIPA. Menelaah karya sastra cerpen sangat pas apabila diajarkan dengan menggunakan media audio visual berupa video. Media video adalah media yang menampilkan gambar, gerak, maupun suara sehingga akan lebih menarik bagi pemelajar BIPA untuk menontonnya, serta dengan memilih video pembacaan cerpen yang bermuatan budaya nasional Indonesia sekaligus memperkenalkan keragaman kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia kepada pemelajar BIPA. Kata kunci : media audio visual, video pembacaan cerpen, BIPA Pendahuluan Menurut (Kusmiatun, 2016: 37) menyatakan bahwa pembelajaran bahasa dilakukan guna meningkatkan kemampuan pembelajar dalam menguasai bahasa, baik secara lisan maupun tulis. Pembelajaran bahasa dapat berlangsung secara formal dan tidak. Adapun pembelajaran BIPA merupakan sebuah pembelajaran formal karena terselenggara di dalam kelas dengan adanya guru dan persiapan yang terencana. Ellis (1986: 19) menyatakan bahwa: “Pemelajar BIPA adalah pemelajar asing yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya berbeda dengan budaya bahasa yang dipelajarinya. Perbedaan bahasa dan budaya tersebut memiliki konsekuansi pada pemilihan materi bahasa Indonesia yang akan diajarkan kepada mereka, karena pemerolehan bahasa kedua, termasuk bahasa Indonesia untuk penutur asing, dipengaruhi secara kuat oleh bahasa pertama”. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Portal Jurnal Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)