Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 (2); September 2019 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Open Journal System (OJS): journal.thamrin.ac.id http://journal.thamrin.ac.id/index.php/jikmht/issue/view/8 153 DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI LANJUT USIA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS HIDUP MELALUI SENAM LANSIA Atikah Pustikasari 1) , Rima Restiana 2) Program Studi D-III Keperawatan Universitas Mohammad Husni Thamrin Atikah.pustikasari@yahoo.com ABSTRAK Dukungan keluarga merupakan suatu bentuk perilaku melayani yang dilakukan oleh keluarga baik dalam bentuk dukungan emosional, penghargaan/penilaian, informasional dan instrumental. Dukungan keluarga merupakan salah satu unsur yang dapat memotivasi lansia yg ada dikeluarga untuk melakukan kegiatan, salah satunya adalah Senam lansia. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga terhadap motivasi lansia untuk mengikuti senam . Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel digunakan total Sampling . Dukungan keluarga sangat penting dalam meningkatkan motivasi lanjut usia sehingga lanjut usia tetap produktif dalam kegi ganyang diberikan oleh keluarga sehingga motivasi lanjut usia untuk mempertahankan produktifitasnya sangat kurang, walaupun demikian tetap memberikan penghargaan kepada keluarga yang telah berusaha memberikan dukungan walaupun hanya berupa dukungan meterial. Dengan demikian diharapakan kepada pihak terkait seperti petugas kesehatan lebih sering lagi memberikan pendidikan kesehatan kepakeluarga , sehingga keluarga dapat memberikan dukungan baik dukungan penilaian, intrumental, informasi dan emosi . Dukungan berbagai dukungan yg diberikanoleh keluarga dapat meningkatkan motivasi lania untuk tetap pruduktif untuk mempeertahankan kesehatannya. Kata Kunci: Dukungan keluarga, Motivasi, Lanjut usia. PENDAHULUAN Lansia merupakan seseorang yang usianya 60 tahun ke atas, baik pria maupun wanita. Menurut Departeman kesehatan RI menyebutkan bahwa dikatakan lanjut usia dimulai dari usia 55 tahun keatas. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) usia lanjut dimulai dari usia 60 tahun (Kushariyadi, 2010; Indriana, 2012). Berdasarkan data proyeksi penduduk, di prediksikan jumlah penduduk lansia tahun 2020 (27,08 juta), tahun 2025 (33,69 juta), tahun 2030 (40,95 juta) dan tahun 2035 (48,19 juta) (Kemenkes, 2017). Sedangkan jumlah lansia perempuan yaitu 10,77 juta lansia dan lansia laki-laki berjumlah 9,47 juta lansia (BPS, 2014). Meningkatnya penduduk lanjut usia dibutuhkan perhatian dari semua pihak dalam mengantisipasi berbagai permasalahan yang ada. Penuaan penduduk membawa berbagai implikasi baik dari aspek social, ekonomi, hukum, politik dan terutama kesehatan (Komnas Lansia 2010). Meningkatnya populasi lansia ini tidak dapat dipisahkan dari masalah kesehatan yang terjadi pada lansia, menurunnya fungsi organ memicu terjadinya berbagai penyakit degenerative . Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah kesehatan yang disebabkan karena proses menua yaitu dengan Senam lansia , yang merupakan salah satu alternatif yang posisitif untuk membina kesehatan jasmani dan memelihara kebugaran. Senam lansia selain memiliki dampak posisif terhadap peningkatan fungsi organ tubuh juga berpengaruh dalam meningkatkan imunitas dam tubuh manusia setelah latihan teratur. Senam lansia sendiri mempunyai banyak manfaat bagi lansia. Manfaat dari aktifitas olahraga ini