Jurnal Fakultas Filsafat (JFF) Universitas Klabat, Volume 1. No. 2 Desember 2012 EVALUASI TEOLOGIS TIGA PANDANGAN MANUSIA DICIPTAKAN MENURUT GAMBAR DAN RUPA ALLAH Suryanica Aristas Pasuhuk, PhD Klabat University, Airmadidi, Manado According to Genesis 1:26, 27 man was created in the image of God. There are three major approaches to the meaning of man created in God’s image. Those approaches are: substantive view, functional view and relational view. This article tried to evaluate those three approaches based on its strengths and weaknesses and at the same time to find out which approach is closer to the Seventh-day Adventist understanding? Key words: image of God, substantive view, functional view, relational view. 1. Pendahuluan Kejadian 1 menjelaskan bahwa manusia diciptakan “menurut Gambar dan rupa Allah”Kej.1:26. 1 Apa sebenarnya maksud dari diciptakan “menurut gambar dan rupa Allah”? Robert Crapps mengomentari hal ini dengan mengatakan bahwa adalah sulit untuk menentukan secara spesifik pa yang dimaksud oleh penulis Alkitab, bahwa manusia diciptakan “menurut gambar dan rupa Allah” (Kej 1:26, 27). 2 Ada tiga pandangan utama sehubungan dengan arti diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Pertama, pandangan substansial (substantive view). Kedua, pandangan fungsional (functional view), dan ketiga pandangan relasional (relational view). 3 Masalah yang diangkat dalam penulisan ini adalah apa dasar Alkitabiah/teologis dari ketiga pandangan manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah? Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari setiap pandangan tersebut? Selanjutnya, dari ketiga pandangan tersebut, pandangan mana yang paling dekat dengan pandangan Gereja Masehi Advent hari Ketujuh (GMAHK)? Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu: (1) menganalisa dasar Alkitabiah/teologis pemahaman tiga pandangan “manusia diciptakan menurut gambar dan rupa 1 Semua ayat Alkitab diambil dari Alkitab LAI, 2001. Terdiri dari apakah gambar dan rupa ini? Ada limakemungkinan jawaban yang diberikan sehubungan dengan arti diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, yaitu: (1) gambar dan rupa diinterpretasikan sebagai dua hal yang berbeda, (2) kesanggupan rohani dan mental yang diperoleh manusia dari pencipta,(3) kesamaan fisik, contohnya, manusia kelihatan seperti Allah, (4) manusia adalah wakil Allah di dunia, dan (5) kapasitas untuk berhubungan dengan Allah. Gordon J. Wenham, Genesis, Word Biblical Commentary vol. 1 (Waco, TX: Word Books, 1987), 29-31. Menurut Wildberger karena Kajadian 1:26 berada pada posisi yang terisolasi banyak spekulasi teologis muncul sehubungan dengan ayat ini. H. Wildberger, Theological Lexicon of the Old Testament, trans. by Mark E. Biddle (1997), s.v. “selem.” 2 Robert W. Crapps, “Image of God,” Mercer Dictionary of the Bible (Macon, Georgia: Mercer University Press, 1990), 402. 3 David L. Turner, “Image of God, “Baker Theological Dictionary of the Bible, ed. Walter A. Elwel (Grand Rapids: Baker Books, 1996), 366. Lihat juga Stephen R. Holmes, “Image of God,” Dictionary for Theological Interpretation of the Bible, ed. Kevin J. Vanhoozer (Grand Rapids: Zondervan, 2005), 318- 319; G. W. Bromiley, “Image of God,” The International Standard Bible Encyclopedia (ISBE), completely rev. and reset ed. (1979-88), 2:803-4; Norman Sheperd, “Image of God,” Baker Encyclopedia of the Bible, completely rev. and reset ed. (1988), 1:1018-1019.