Jurnal AGROTEK Vol. 8, No. 2, Oktober 2021. ISSN 2356-2234 (print), ISSN 2614-6541 (online) Journal Homepage: http://journal.ummat.ac.id/index.php/agrotek 110 EFEK VARIASI BEBAN PENDINGINAN TERHADAP COEFFICIENT OF PERFORMANCE (COP) MESIN PENDINGIN PADA BOX COOLER ALAT DISTILASI Ahmad Akromul Huda 1* , Karyanik 1 , Earlyna Sinthia Dewi 1 1 Program Studi Teknik Pertanian, Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia *Co-author: akromul.huda@ummat.ac.id Article Information ABSTRACT History: Received: 27-09-2021 Accepted: 31-10-2021 Abstrak: Mesin pendingin sudah sangat banyak digunakan oleh masyarakat dan dapat dijumpai pada hampir setiap pertokoan, gedung–gedung kantor dan rumah tangga. Pengaplikasian mesin pendingin juga dapat dikembangkan dalam banyak peralatan dan mesin lainnya salah satunya pada alat distilasi. Distilasi atau penyulingan merupakan salah satu cara pemisahan diantara dua zat. Mesin distilasi dengan menggunakan mesin pendingin pada kondensor akan sangat membantu terutama untuk penyulingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek beban pendingin terhadap kinerja mesin pendingin. Kinerja mesin pendingin meliputi koefisien prestasi (COP). Variasi beban pendinginan dilakukan dengan mengatur temperatur boiler menggunakan thermostat. Pada penelitian ini diambil data temperatur dan tekanan refrigeran yang mengalir dalam sistem mesin pendingin yang terletak pada empat titik yaitu sebelum memasuki kompresor, sebelum memasuki kondensor, sebelum memasuki pipa kapiler dan sebelum memasuki evaporator . Pada penelitian ini juga digunakan empat variasi beban pendinginan yang diberikan pada box cooler sebesar 110 °C, 125 °C, 140 °C, dan 155 °C. Kemudian data temperatur dan tekanan diolah untuk mendapatkan nilai COP setiap waktu dari semua variasi beban pendinginan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi beban pendinginan maka semakin kecil nilai COP mesin pendingin. Dalam pengaruhnya terhadap lama waktu pengujian nilai COP setiap variasi beban pendinginan cenderung semakin bertambah. Nilai COP tertinggi pada penelitian ini didapatkan pada temperatur beban pendinginan 110 ºC sebesar 10,69 dan terendah didapatkan pada temperatur 155 ºC sebesar 9,38. Abstract: Refrigerator has been widely used by the community and can be found in almost every shop, office building and household. The application of refrigeration machines can also be developed in many other equipment and machines, one of which is in the distillation apparatus. Distillation is a method of separating two substances. A distillation machine using a cooling machine in the condenser will be very helpful, especially for distillation. This study aims to determine the effect of cooling on the performance of the cooling machine. Cooling engine performance coefficient of achievement (COP). Load variations are carried out by adjusting the boiler temperature using a thermostat. In this study, data on the temperature and pressure of the refrigerant flowing in the refrigeration system were taken at four points, namely before entering the compressor, before entering the capillary tube and before entering the evaporator . In this study also used four variations of the cooling load given to the box cooler of 110 °C, 125 °C, 140 °C, and 155 °C. Then the temperature and pressure data is processed to get the COP value every time from all variations of the cooling load. The results showed that the increaseing in the cooling load, the smaller the COP value of the cooling machine. In its effect on the length of time the COP value of each variation of the cooling load increases. The highest COP value in this study was obtained at a cooling load temperature of 110 ºC of 10.69 and the lowest was obtained at a temperature of 155 ºC of 9.38. Keywords: Box cooler Coefficient of Performance Cooling engine performance Distillation Refrigerator ——————————◆—————————— A. LATAR BELAKANG Mesin pendingin merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengambil kalor dari tempat yang bersuhu rendah dan membuang kalor tersebut ke tempat yang bersuhu tinggi. Pada saat ini mesin pendingin sudah sangat banyak digunakan oleh masyarakat khususnya diperkotaan, mesin pendingin dapat dijumpai pada hampir setiap pertokoan, gedung – gedung kantor dan rumah tangga. Mesin pendingin sendiri dapat berupa refrigerator, freezer, chiller serta AC (air conditioning). AC sendiri fungsinya adalah sebagai pendingin atau penyejuk temperatur udara yang ada dalam ruangan (Anwar 2010). Dalam dunia industri penggunaan mesin pendingin yang paling umum yaitu untuk proses produksi seperti pengkondisian ruangan dan pengawetan bahan makanan atau minuman (Metty, Negara, and Wijaksana 2012). Selain sebagai pengawet bahan makanan mesin pendingin dapat diaplikasikan langsung sebagai komponen penunjang suatu alat atau mesin contohnya pada kendaraan yang menggunakan AC agar temperatur dalam kendaraan menjadi sejuk. Pengaplikasian mesin pendingin juga dapat dikembangkan dalam banyak peralatan dan mesin lainnya salah satunya pada alat distilasi . Distilasi atau penyulingan merupakan salah satu cara pemisahan diantara dua zat. Pemisahan dua zat yang