JURNAL ILMIAH MAHASISWA PERTANIAN E-ISSN: 2614-6053 P-ISSN: 2615-2878 Volume 6, Nomor 4, November 2021 www.jim.unsyiah.ac.id/JFP Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, Volume 6, Nomor 4, November 2021 779 ANALISIS VEGETASI PADA KAWASAN TAHURA LAE KOMBIH KOTA SUBULUSSALAM (Vegetation Analysis in Lae Kombih Forest Park Area Subulussalam City) Yuniar Hasanah B Manalu 1 , Ali M Muslih 1 , Ashabul Anhar 1* 1 Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala *Corresponding author : ashabul.anhar@unsyiah.ac.id Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies vegetasi strata semai, pancang, tiang dan pohon yang memiliki peranan paling penting berdasarkan kerapatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis vegetasi dengan system random sampling. Analisis vegetasi dilakukan dengan membuat plot sebanyak 5 plot dengan masing-masing plot contoh berukuran 20 m x 20 m, penentuan plot sampling didasarkan kepada informasi pihak Tahura Lae Kombih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Tahura Lae Kombih ditemukan sebanyak 127 individu jenis kamper (Dryobalanops aromatica Gaertn) selain itu ditemukan jenis lain yaitu meranti (Shorea spp.), damar (Agathis sp.), rengas (Gluta renghas), akasia (Acacia mangium), gaharu (Aquilaria malaccensis), durian (Durio zibethinus), tongkat ali/ pasak bumi (Eurycoma spp.) dan saninten/ rambutan (Castanopsis argentea). Kata kunci : Tahura Lae Kombih, System random sampling, Analisis vegetasi. Abstract. This study aims to determine the vegetation species strata of seedlings, saplings, poles and trees that have the most important role based on density. The method used in this research is vegetation analysis method with random sampling system. Vegetation analysis was carried out by plotting 5 plots with each sample plot measuring 20 m x 20 m, the determination of the sampling plot was based on information from Tahura Lae Kombih. The results showed that in the Tahura Lae Kombih area, 127 individuals of camphor (Dryobalanops aromatica Gaertn) were found in addition to other species, namely meranti (Shorea spp.), resin (Agathis sp.), rengas (Gluta renghas), acacia (Acacia mangium), gaharu (Aquilaria malaccensis), durian (Durio zibethinus), tongkat ali/ pasak bumi (Eurycoma spp.) and saninten/ rambutan (Castanopsis argentea). Keywords: Tahura Lae Kombih, System random sampling, Vegetation analysis. PENDAHULUAN Vegetasi dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari beberapa jenis tumbuhan yang tumbuh secara bersamaan pada satu kawasan. Sebagai contoh vegetasi secara umum akan mengurangi laju erosi tanah, tetapi besarnya tergantung pada struktur dan komposisi tumbuhan yang menyusun formasi vegetasi daerah tersebut. Data yang diperoleh nantinya akan berupa gambaran tentang kondisi lapangan yang dianalisis kedalam bentuk angka untuk menyatakan kondisi lingkungan. Analisis vegetasi merupakan cara untuk mengetahui besar sebaran dari berbagai spesies dalam suatu kawasan yang dilakukan melalui pengamatan secara langsung. Analisis vegetasi dilakukan dengan membuat plot, mengamati morfologi dan identifikasi vegetasi yang terdapat dilapangan. Beberapa parameter yang dapat dihitung dalam kegiatan analisis vegetasi yaitu kerapatan mutlak, kerapatan relatif, frekuensi mutlak, frekuensi relatif, dominasi mutlak, dominasi relatif dan indeks nilai penting (Sari et al., 2018). Komposisi vegetasi pada suatu kawasan dipengaruhi oleh komponen ekosistem yang saling bersangkutan, sehingga vegetasi yang tumbuh baik secara alami pada suatu kawasan merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor lingkungan. Dalam rangka mengetahui jenis dominan yang tumbuh dilokasi tersebut maka perlu dilakukan suatu penelitian terkait analisi vegetasi.