OPTIMASI KEBIJAKAN PERAWATAN BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) STUDI KASUS : PT TELKOMSEL KOTA BANDUNG Reza Satya Rahmawan 1 , Rd. Rohmat Saedudin 2 , dan Amelia Kurniawati 3 1,2,3 Prodi S1 Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom 1 rezasatya85@gmail.com, 2 roja2128@gmail.com, 3 amelia.kurniawati@gmail.com Abstrak PT Telkomsel merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang telekomunikasi seluler. Agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan pelayanan terbaik, PT Telkomsel melakukan suatu pembangunan infrastruktur yaitu pembangunan Base Transceiver Station (BTS). Pembangunan BTS ini dilakukan dengan tujuan jaringan yang diberikan perusahaan menjadi luas sehingga dapat dijangkau oleh seluruh pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia. Walaupun jumlah BTS diperbanyak, equipment tersebut pasti akan mengalami kerusakan apabila secara terus menerus digunakan dan menyebabkan PT Telkomsel akan kehilangan revenue. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance dengan tujuan untuk mendapatkan suatu kebijakan perawatan yang efektif dan maintenance interval yang tepat agar BTS dapat tetap bekerja sesuai dengan fungsinya, memiliki availability yang baik, dan mengurangi potensi terjadinya ketidaktepatan maintenance task dan juga kesalahan dalam waktu pelaksanaan kegiatan maintenance. Pada penentuan subsistem kritis yang nanti akan dibahas lebih lanjut pada penelitian ini, didapatkan subsistem transmisi DTF, transmisi Infratel, transmisi Divisi. Subsistem terpilih disebabkan karena apabila subsistem tersebut down maka akan membuat seluruh sistem yang ada pada BTS menjadi ikut down. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan RCM pada komponen-komponen yang ada pada subsistem transmisi, didapatkan 9 komponen yaitu Link GPON, fiber optik, OMUX, RL Simpul, E1, RL RTN, FMUX, Modul RMJ, Link Infratel termasuk ke dalam scheduled on-condition dan 3 komponen yaitu RL NEC, IDU, ODU termasuk ke dalam run to failure. Kata kunci: base transceiver station, reliability centered maintenance, maintenance task, maintenance interval 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Dalam dunia bisnis telekomunikasi seluler, pertumbuhan jumlah pelanggan telekomunikasi harus mampu diimbangi oleh pembangunan infrastruktur. Hal ini bertujuan agar perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan dapat memberikan pelayanan terbaik. Salah satu perusahaan provider yang melakukan pembangunan infrastruktur untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah pelanggan adalah PT Telkomsel. PT Telkomsel merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang telekomunikasi seluler. PT Telkomsel didirikan pada tahun 1995. Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah pelanggan Telkomsel berkembang pesat. Pada tahun 2013 jumlah pelanggan Telkomsel sudah mencapai 131,5 juta pelanggan. Upaya yang dilakukan PT Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam hal pembangunan infrastruktur adalah dengan membangun BTS (Base Transceiver Station). Pembangunan BTS ini dilakukan dengan tujuan jaringan yang diberikan perusahaan menjadi luas sehingga dapat dijangkau oleh seluruh pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh, pada tahun 2003 PT Telkomsel telah membangun 4.820 menara BTS dan pada tahun 2013 sudah bertambah menjadi 69.905 BTS di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa PT Telkomsel secara serius ingin selalu memenuhi kebutuhan dari pelanggannya. Walaupun jumlah BTS diperbanyak, equipment tersebut pasti akan mengalami kerusakan apabila secara terus menerus digunakan. PT Telkomsel akan kehilangan revenue atau bisa dikatakan loss profit apabila BTS-BTS perusahaan mengalami kerusakan atau gangguan.Berdasarkan data downtime yang diperoleh, menunjukkan besarnya tingkat downtime BTS PT Telkomsel di Kota Bandung pada bulan Januari – Desember pada tahun 2011. Berikut ini adalah data downtime BTS Telkomsel pada bulan Januari – Desember. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.2, No.2 Agustus 2015 | Page 4793