Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Lamongan Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 04, No. 01, Maret 2020, hlm. 455-466 PERILAKU KEAGAMAAN PESERTA DIDIK DALAM KELUARGA BROKEN HOME (Studi Kasus Siswa Berlatar Belakang Keluarga Broken Home di SMKN 1 Lamongan) Nafaidatus Sholihah 1 ; Winarto Eka Wahyudi 2 Universitas Islam Lamongan 1,2 Email: nafaidatussholihah@gmail.com 1 ; ekawahyudi1926@unisla.ac.id 2 Article History: Received : 09-02-2020 Revised : 20-02-2020 Accepted : 05-03-2020 Abstract: This article discusses religious behavior in students who have broken home family backgrounds. Religious behavior is a statement or expression of human mental life that is measured, calculated and studied which is manifested in the form of words, actions or physical actions related to the experience of the teachings of Islam. This research is motivated by the number of students who have broken home family backgrounds who are still not good in terms of courtesy and worship. The results of this study include the following findings: first, worship of students who have broken home family backgrounds results are not good because there are differences in the background of each parent who does not pay attention to their children's worship. Secondly, the manners of students who have broken home family backgrounds show poor behavior due to neglect and neglect of parents' attention to children's character education. Keyword : religious behaviour, student, broken home Pendahuluan Anak adalah salah satu nikmat Allah Swt yang diberikan kepada para orang tua, karena anak merupakan bukti kekuatan, kesuburan dan kemampuan orang tua mereka. Di samping itu, anak juga merupakan ladang bagi para orang tua yang dapat di gunakan untuk menanam cita-cita atau harapan-harapan yang belum berhasil mereka wujudkan. 1 Jika para orang tua menganggap anak-anak mereka sebagai sebuah nikmat, seharusnya mereka mengerahkan segenap kemampuannya untuk mendidik, membina dan memberikan kehidupan yang baik untuk mereka. Nabi Muhammad Saw mengajarkan kepada umatnya untuk memanfaatkan nikmat anak dengan menanamkan dalam diri para orang tua pandangan yang positif terhadap anak-anak mereka. Tanggung jawab yang terbesar bagi para orang tua setelah itu adalah memberikan pendidikan kepada sang anak. Pendidikan tersebut diantaranya adalah pendidikan iman, akhlaq, intelektual, psikis, sosial, dan lain-lain. Memelihara keluarga salah satunya yaitu memberikan pendidikan kepada anak. Di dalam proses pemberian pendidikan kepada anak, perlu adanya perhatian terhadap erkembangan psikologi tersebut di antaranya adalah anak-anak harus di hindarkan dari 1 Abdul Ghani Abud, Anakmu Anugerah Terindah ((Jakarta : Najma Publising, 2006), 14. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Lamongan Vol. 04, No. 01, Maret 2020, hal. 455-466