13
Copyright © 2016, BAWAL WIDYA RISET PERIKANAN TANGKAP (BAWAL)
Tersedia online di: http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/bawal
e-mail:bawal.puslitbangkan@gmail.com
BAWAL WIDYARISET PERIKANAN TANGKAP
Volume 8 Nomor 1 April 2016
p-ISSN: 1907-8226
e-ISSN: 2502-6410
Nomor Akreditasi: 620/AU2/P2MI-LIPI/03/2015
Korespondensi penulis:
e-mail: adriandamora@gmail.com
Telp. +62 857 1991 1826
BEBERAPAASPEK BIOLOGI RAJUNGAN (Portunus pelagicus)
DI PERAIRAN LABUHAN MARINGGAI, LAMPUNG TIMUR
BIOLOGICAL ASPECTS OF BLUE SWIMMING CRAB
(Portunus pelagicus) IN LABUHAN MARINGGAI, EAST LAMPUNG
Adrian Damora* dan Erfind Nurdin
Balai Penelitian Perikanan Laut, Muara Baru, Komp. Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Jalan Muara Baru Ujung,
Jakarta Utara, 14430-Indonesia
Teregistrasi I tanggal: 17 Februarit 2015; Diterima setelah perbaikan tanggal: 24 Februari 2016;
Disetujui terbit tanggal: 03 Maret 2016
email : adriandamora@gmail.com
ABSTRAK
Pengusahaan rajungan (Portunus pelagicus) di Labuhan Maringgai, Lampung Timur telah dilakukan secara
intensif sehingga perlu upaya pengelolaan yang didasari dari kajian tentang aspek biologinya. Tujuan penelitian
ini adalah untuk menganalisa aspek biologi rajungan, meliputi hubungan panjang-bobot, faktor kondisi, nisbah
kelamin, kematangan kelamin, serta penentuan ukuran minimum yang boleh ditangkap dari sumber daya rajungan.
Penelitian dilakukan pada bulan Januari–Desember 2012. Metode yang digunakan adalah metode survei pada
lokasi-lokasi konsentrasi nelayan/pengumpul dan daerah–daerah yang memiliki aktivitas perikanan rajungan
yang paling dominan. Sebanyak 3508 ekor contoh rajungan yang diambil secara acak untuk dianalisis beberapa
aspek biologinya. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan rajungan jantan bersifat isometrik dan
rajungan betina bersifat allometrik positif. Nilai faktor kondisi terbesar pada rajungan jantan terdapat pada bulan
Januari, sedangkan pada rajungan betina terdapat pada bulan April. Nilai faktor kondisi terkecil pada rajungan
jantan maupun betina terdapat pada bulan Juli. Nisbah kelamin rajungan berada dalam kondisi tidak seimbang.
Nilai L
c
rajungan betina matang kelamin sebesar 109,72 mmCW dan L
m
sebesar 113,50 mmCW. Ukuran minimum
rajungan yang boleh ditangkap (minimum legal size) untuk dapat menunjang kelestariannya sebesar 110 mmCW.
Kata Kunci: Biologi; rajungan; Labuhan Maringgai
ABSTRACT
Exploitation of blue swimming crab (Portunus pelagicus) in Labuhan Maringgai, East Lampung has been
intensified so that need the management measures based on the biological aspects study. The objective of this
study is to assess the biological aspects including length-weight relationship, condition factor, sex ratio, sex
maturity, and minimum legal size of blue swimming crab. This study was conducted from Januari to December
2012. Survey method is used for the study in some of blue swimming crab landing sites. Approximately 3508
samples of blue swimming crab were collected with random sampling. Results showed that the growth of blue
swimming indicated isometric and positive allometric, by males and females respectively. The higher condition
factor value of blue swimming crab was found in January and April, by males and females respectively. But the
lower condition factor value of both was found in July. The sex ratio between males and females of blue
swimming crab is not balanced. L
c
for mature female crab is 109,72 mmCW and L
m
113,50 mmCW. The
minimum legal size for the sustainable blue swimming crab fishery was 110 mmCW.
Keywords: Biology; blue swimming crab; Labuhan Maringgai
BAWAL Vol.8 (1) April 2016: 13-20
CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk
Provided by eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan