Abdimas Vol 25, No. 2 (2021): December 2021 169 ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/abdimas/ Sinergitas Bumdes dalam Manajemen Pengelolaan Desa Wisata Menuju Pariwisata Berkelanjutan Ida Nur Aeni, Amir Mahmud, Nurdian Susilowati, Andhika Bella Prawitasari Universitas Negeri Semarang, Indonesia Abstrak Di sektor pariwisata juga setiap daerah mulai berfokus pada pariwisata berkelanjutanPariwisata berkelanjutan merupakan alternatif dari pariwisata massal dan upaya untuk meningkatkan efek positif dan mengurangi efek negatif pariwisata terhadap masyarakat lokal dan lingkungan alam. Munding merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Desa Munding memiliki potensi wisata diantaranya Curug Tirto Wening, Curug Tirto Wati, Bukit Kembar Cemanggal, dan Wisata Religi Makam Syekh syarif. Namun, wisata tersebut belum sepenuhnya dikelola dengan baik sehingga membutuhkan pengelolaan lebih lanjut agar menjadi wisata yang memiliki tata kelola baik. Terdapat tiga aspek prioritas yang difokuskan pada pengabdian ini yaitu aspek sumber daya manusia, infrastruktur, dan partisipasi. Solusi permasalahan sumber daya manusia dilakukan melalui sosialisasi manajemen pengelolaan desa wisata dan peningkatan literasi pengembangan desa wisata ke masyarakat lokal. Selanjutnya solusi permasalahan infrastruktur dilakukan dengan melakukan peremajaan sarana dan prasarana yang ada selama ini dan selalu melakukan monitoring sarana dan prasarana sehingga selalu terjaga kualitasnya. Sementara itu, solusi permasalahan partisipasi yang rendah dilakukan dengan mengintegrasikan semua unsur penunjang desa wisata terutama badan usaha milik desa (Bumdes) dan pengrajin lokal yang ada di desa munding. Melalui kunci faktor tersebut diharapkan desa munding menjadi desa wisata yang memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci : Bumdes, Tata Kelola Desa, Wisata Desa Wisata Mundig, Pariwisata Berkelanjutan PENDAHULUAN Aspek perekonomian sangat berperan dalam peningkatan pembangunan suatu wilayah, termasuk desa. Desa memiliki otonomi yang luas dalam melakukan pengembangan wilayah. Hal ini menjadi suatu peluang besar bagi daerah termasuk desa dalam mengelola potensi sumber daya masing-masing desa dalam rangka mensejahterakan masyarakat (Aeni et al., 2020). Potensi desa merupakan segala sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang terdapat serta tersimpan di desa (Ayu & Suryatama, 2019). Saat ini, konsep pembangunan berkelanjutan menjadi topik yang banyak diperbincangkan. Pembangunan berkelanjutan adalah upaya manusia untuk memperbaiki mutu kehidupan dengan tetap berusaha tidak melampaui ekosistem yang mendukung kehidupannya. Pembangunan berkelanjutan telah dijadikan sebagai isu penting yang perlu terus di sosialisasikan di tengah masyarakat agar masyarakat maupun negara kita dapat bersaing dan berkembang mengikuti perkembangan jaman secara global (Arida, 2014). Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah sebuah upaya pembangunan suatu negara yang meliputi aspek ekonomi, sosial, lingkungan bahkan budaya untuk kebutuhan masa kini tetapi tidak mengorbankan atau mengurangi kebutuhan generasi yang akan datang. Tujuan dari pembangunan berkelanjutan adalah mencapai keseimbangan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi (Mensah, 2019). Salah satu sektor penunjang pembangunan desa adalah sektor pariwisata. Pariwisata merupakan sektor andalan untuk pemasukan devisa negara di Indonesia dan menjadi sektor yang