JPLB, 2021, 5(1):631-639 ISSN 2598-0017 | E-ISSN 2598-0025 Tersedia di http://www.bkpsl.org/ojswp/index.php/jplb JPLB, 5(1):631-639, 2021 Tersedia di http://www.bkpsl.org/ojswp/index.php/jplb Uji toksisitas akut limbah pengeboran minyak (serbuk bor) terhadap Artemia salina Acute toxicity test of oil drilling waste (drill cuttings) on Artemia salina E. Sriwahyuni 1* , M. Krisanti 1 1 Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, Bogor, Indonesia Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut limbah pengeboran eksplorasi minyak dan gas bumi berupa serbuk bor (cutting) pada brine shrimp (Artemia salina) dan pengaruhnya terhadap morfologi biota uji. Konsentrasi yang digunakan dalam uji toksisitas akut yaitu 22.000, 39.000, 70.000, 126.000 dan 226.000 ppm. Nilai konsentrasi akut (LC50) diperkirakan dengan menggunakan metode probit. Estimasi konsentrasi akut limbah serbuk bor (dril cutting) berupa LC50 96 jam adalah 34.260 ppm. Biota uji Artemia salina memberikan respons terhadap paparan limbah cutting, berupa perubahan pada posisi berenang, keaktifan biota uji, tingkat stres, serta kerusakan pada morfologi dan anatomi tubuh biota uji. Kata kunci: Artemia salina, limbah, LC50 Abstract. This study aimed to determine acute toxicity of cutting as drilling waste of oil and gas exploration on brine shrimp (Artemia salina) and its influence on the morphology of the test biota. The concentration used in the acute toxicity test namely 22,000, 39,000, 70,000, 126,000 and 226,000 ppm. Acute concentration value (LC50) was estimated by probit methods. The concentration of acute toxicity (LC50) 96 hours of drilling cutting was 34,260 ppm. The test biota responded to exposure of cutting waste, in the form of changes in swimming position, activity, stress level and damage in the morphology and anatomy of the body. Keywords: Artemia salina, cutting, LC50 1. PENDAHULUAN Kegiatan pertambangan minyak dan gas mencakup beberapa tahap, yakni eksplorasi, eksploitasi, pemurnian dan pemasaran. Kegiatan ini juga menghasilkan limbah seperti produced water (air yang dipisahkan selama proses produksi minyak dan gas), lumpur bor bekas, serbuk bor (drill cutting), air panas dari proses pendinginan, minyak, asap pembakaran, sampah dan jenis limbah lainnya. Serbuk bor (drill cutting) merupakan hasil operasi pengeboran dari potongan lapisan bebatuan ketika mata bor menekan dan berputar di dalam perut bumi. Serbuk bor harus segera dikeluarkan dari sumur bor agar tidak mengganggu proses pengeboran. Pada prosesnya terjadi pencampuran antara material hasil pengeboran (serbuk bor, lumpur, pasir) dengan lumpur bor. Lumpur bor merupakan campuran air, lumpur khusus, beberapa mineral dan bahan kimia (EPA 1993). Hasil sampingan tersebut berpotensi toksik apabila tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu, sehingga dapat mencemari perairan sekitar anjungan di laut dan lokasi pemboran di darat (Mukhtasor 2007). * Korespondensi Penulis Email : endangsriwahy@gmail.com