Sinergsme Panglima Laot Aceh dengan Lantamal I … | Noerisalena Ramadhani dkk | 1 SINERGISME PANGLIMA LAOT ACEH DENGAN PANGKALAN UTAMA TNI AL I DALAM MEWUJUDKAN PENGUATAN PERTAHANAN LAUT THE SYNERGY OF PANGLIMA LAOT ACEH WITH THE 1 ST MAIN BASE OF INDONESIAN NAVY IN REALIZING THE STRENGTHENING OF MARINE DEFENSE Noerisalena Ramadhani 1 , Aris Sarjito 2 , Nora Lelyana 3 PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERTAHANAN, FAKULTAS MANAJEMEN PERTAHANAN, UNIVERSITAS PERTAHANAN (noerisr@gmail.com, arissarjito@gmail.com , nora.unhan@gmail.com ) Abstrak (Bahasa Indonesia) – Perkembangan lingkungan strategis pada tataran global, regional, dan nasional yang semakin dinamis dan kompleks telah memunculkan ancaman nontradisional atau nonmiliter. TNI AL memiliki fungsi untuk mencegah atau menghambat ancaman non militer di laut yang dapat merugikan Indonesia. Dalam melaksanakan tugas tersebut, TNI dalam hal ini Angkatan Laut pada Pangkalan Utama TNI I (Lantamal I) melalui Aspotmar dan Kadispotmar terus menerus mengumpulkan, mengolah, dan menganalisa data teritorial di seluruh wilayah binaan TNI AL terutama di bidang maritim yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) yang salah satunya merupakan Kearifan Lokal di Aceh yaitu Panglima Laot. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis bagaimana Sinergisme, kendala dan strategi antara Panglima Laot Aceh dengan Lantamal I dan jajaran di bawahnya dalam mewujudkan penguatan pertahanan laut. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari informan yang ditetapkan yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis model interaktif Miles. Hasil penelitian menunjukan komunikasi yang terjalin antara Panglima Laot Aceh dengan Pangkalan TNI AL yang terdapat di Lantamal I dan jajaran di bawahnya sudah berjalan baik sehingga pertukaran informasi saling menguntungkan kedua belah pihak. Koordinasi yang telah terjalin baik, menjadikan tingkat kepercayaan, feedback dan kreativitas antara Panglima Laot Aceh dengan Pangkalan TNI AL yang terdapat di Lantamal I saling membutuhkan satu sama lain dengan mengharapkan terbentuknya penguatan pertahanan laut yang maksimal. Kemudian rekomendasi yang diusulkan adalah pembuatan MoU, penambahan sarana dan prasarana serta dukungan dari stakeholder terkait. Kata Kunci: Lantamal I, Manajemen Pertahanan, Panglima Laot, Sinergisme, TNI Angkatan Laut Abstract (English) – The development of a strategic environment at the global, regional, and national levels that is increasingly dynamic and complex has given rise to non-traditional or non- military threats. The Indonesian Navy has a function to prevent or inhibit non-military threats in Indonesian seas that can harm Indonesia. In carrying out this task, in this case the Navy at the Indonesian Navy's Main Base 1 (Lantamal I) through Aspotmar and Kadispotmar, must continuously collect, process, and analyze territorial data throughout the Indonesian Navy's fostered area, especially in the maritime sector which includes Human Resources such as Local Wisdom in Aceh, namely Panglima Laot. The purpose of this study is to analyze how synergism, constraints and strategies between Panglima Laot Aceh and Lantamal I in realizing the strengthening of sea defense. The research uses qualitative methods. The data were obtained from the specified informants which were then analyzed using the interactive model analysis technique. The results of the study show that the communication between Panglima Laot Aceh and the Indonesian Navy Base in Lantamal I has been going well so that the exchange of information is mutually beneficial to both parties.