Simpul Jaringan Transportasi Logistik di Kawasan Perbatasan Indonesia - Malaysia di Kabupaten Nunukan - M. Yamin Jinca dan Andi Muliama | 207 SIMPUL JARINGAN TRANSPORTASI LOGISTIK DI KAWASAN PERBATASAN INDONESIA - MALAYSIA DI KABUPATEN NUNUKAN LOGISTICS TRANSPORT NETWORK NODE IN NUNUKAN DISTRICT OF INDONESIA - MALAYSIA BORDER AREA M. Yamin Jinca dan Andi Muliama Labo Infrastruktur dan Perencanaan Transportasi PWK, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar, Sulawesi Selatan 90245, Indonesia email: my_jinca@yahoo.com Diterima: 30 September 2016; Direvisi: 13 Oktober 2016; disetujui: 9 November 2016 ABSTRAK Kesenjangan pembangunan wilayah perbatasan negara tetangga (Sabah dan Serawak di Malaysia) dan ketersedian jaringan prasarana transportasi merupakan isu yang selalu mendapat perhatian pemerintah. Tujuan penelitian adalah menganalisis potensi SDA dan ekonomi, sistem jaringan pelayanan dan prasarana serta rumusan pengembangan pola jaringan transportasi dalam mendukung distribusi logistik dikawasan perbatasan. Metode yang digunakan adalah Location Quotion dan Shift- share, pola pergerakan asal-tujuan barang dan analisis faktor eksternal dan internal. Ditemukan kejelasan bahwa supply dan demand dipengaruhi potensi ekonomi wilayah dan jaringan infarstruktur. Karakteristik sistem jaringan pelayanan dan prasarana transportasi didominasi transportasi laut dan sungai, pergerakan logistik hanya sampai pada ibukota kabupaten atau kecamatan yang dapat terakses. Infrastruktur pelabuhan belum berfungsi baik, jaringan transportasi perairan belum dimanfaatkan secara maksimal. Diperlukan pembangunan akses jaringan transportasi penghubung simpul-simpul pelabuhan dalam suatu sistem jaringan transportasi internal maupun eksternal yang terintegrasi. Kata kunci: transportasi, logistik, jaringan prasarana, kawasan perbatasan ABSTRACT The development gaps in the border areas of the neighboring state (Sabah and Sarawak in Malaysia) and the availability of transport networks are an issue that always gets the attention of the government. The purpose of this research is to analyze the potential of natural resources and economy, service network and infrastructure system as well as the formulation of transportation network pattern in supporting logistics distribution of border area. The method used are Location Quotion and shift- share, the movement pattern of origin-destination of goods and analysis of external and internal factors. Supply and demand are influenced by the regional economic potential of the region and the infrastructure networks. The characteristics of transportation network services and infrastructure system are by dominated sea and river transport, logistics movement only at the regency or sub-district that has accessibility. Port infrastructure is not functioning properly; the sea transportation network has not been fully utilized. It’s required the development of transportation network access connecting the ports in a system of integrated internal and external transport. Keywords: transportation, logistic, infrastructure networks, border areas PENDAHULUAN Kabupaten Nunukan mempunyai luas wilayah sebesar 14.264 km 2 terletak di wilayah paling utara Kalimantan Utara, berbatasan negara tetangga Malaysia, pada posisi antara 3 o 30’ 00" – 4 o 24’ 55" Lintang Utara dan 115 o 22’ 30" – 118 o 44’ 54" Bujur Timur dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Terdapat sejumlah permasalahan pengelolaan wilayah perbatasan negara antara lain; ketertinggalan ekonomi kawasan perbatasan yang menyebabkan tingginya tingkat kesenjangan pembangunan wilayah dibandingkan dengan perbatasan Sabah dan Serawak di Malaysia (Tarigan, 2010). Jaringan prasarana transportasi faktor penunjang peningkatan perekonomian daerah (Jinca, 2008), dan menjadi isu utama yang selalu mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Khusus untuk wilayah terpencil dan perbatasan negara, pembangunan sektor transportasi diharapkan dapat menjadi promoting sector atau pendorong bagi pengembangan wilayah dalam menciptakan kemudahan akses, kelancaran mobilitas manusia dan barang, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Adisasmita,2008). Selain itu, pembangunan prasarana dan sarana transportasi di daerah terpencil dan perbatasan negara juga