p-ISSN e-ISSN 2623-2111 2623-212X http://jurnal.umb.ac.id/index.php/pengabdianbumir, Desember 2021, Vol 4 No.3 660 PENATALAKSANAAN NONFARMAKOLOGI UNTUK PENGONTROLAN NYERI ARTRITIS RHEUMATOID PADA USIA LANJUT DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PAGAR DEWA BENGKULU Andri Kusuma Wijaya 1 , Eva Oktavidiati 2 , Nopia Wati 3 1 Program Studi Ilmu Keperawatan 2 Program Studi Agroteknologi 3 Program Studi Kesehatan Masyarakat , Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu * Correponding author : andrikwijaya@umb.ac.id Informasi Artikel Terima : 02/06/2021 Revisi : 24/11/2021 Disetujui : 27/11/2021 Kata Kunci: Arthritis Rheumatoid, Nyeri ABSTRAK Rheumatoid arthritis merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sendi, terutama terjadi pada orang tua lanjut usia, yang mempunyai ciri–ciri erosi pada kartilago artikuler, pembentukan osteofit, sklerosis subkondral, dan berbagai perubahan biokimia dan morfologi dari membrane sinofial dan kapsula sendi. Masalah kesehatan pada system musculoskeletal salah satunya ialah rheumatoid artritis yang menyerang daerah bagian persendian dimana sendi yang paling rentan terkena dalam hal ini ialah sendi area tangan, lutut, panggul, pergelangan tangan, pergelangan kaki, siku, bahu, panggul dimana kondisi ini biasanta bersifat baik itu bilateral atau simetris. Manifestasi klinis dari masalah kesehatan pada musculoskeletal berupa rheumatoid artritis sering kali terjadi kondisi nyeri terutama pada bagian persendian yang dapat diikuti oleh rasa kekakuan, kulit bewarna merah serta muncul pembengkakan dalam hal ini bukan karena terpapar suatu benturan seperti halnya kecelakaan kemudian kondisi ini berlangsung lama atau kronis. Selain itu reumatoid artritis juga memiliki karakteristik berupa kondisi berkurangnya proliferasi terutama pada area membran sinovial, akibat dari kondisi ini akan memicu terjadinya kerusakan pada area tulang, diikuti juga pada area sendi serta munculnya deformitas yang terjadi pada lansia. Lansia merupakan keadaan dimana adanya penambahan usia seiring dengan terjadi penurunan fungsi fisiologis, sehingga lansia sering kali memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami nyeri hal ini juga disebabkan oleh beberapa hal yang bersifat patologis seperti penurunan fungsi sistem muskuloskeletal karena adanya perubahan komposisi larutan cairan didalam tulang rawan yang dapat membebani sendi untuk bekerja lebih berat lagi yang dapat memicu terjadinya nyeri.