Abdimas Siliwangi p-ISSN 2614-7629 Vol 03 (02) Juli, 2020, 380-387 e-ISSN 2614-6339 DOI: http://dx.doi.org/10.22460/as.v3i2p%25p.3600 380 KECEMASAN GURU-GURU BAHASA INGGRIS DALAM MENGAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMA Setya Resmini 1 , Evie Kareviati 2 , dan Rasi Yugafiati 3 1,2,3 Program Pendidikan Bahasa Inggris, IKIP Siliwangi setyaresmini@gmail.com 1 , akhmadjaelani91@yahoo.co.id 2 , tanya.rasiyugafiati@gmail.com 3 ABSTRAK Guru menjadi ujung tombak dimana ilmu dari segi teoretis yang diajarkan di dunia perkuliahan dan penyesuaian kurikulum diterapkan di lapangan. Permasalahan yang cukup mencemaskan adalah adanya kekurang sinkronan antara teori dan fakta di dunia sekolah. Terdapat kecemasan ketika guru dituntut untuk menyampaikan materi sesuai dengan kejaran target. Namun dalam kondisi kenyataan, ada beberapa tantangan yang ternyata dihadapi oleh mereka. Khususnya kecemasan dari para murid yang belajar bahasa Inggris. Dengan kemampuan para murid yang akhirnya tidak terekspos dengan baik, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para guru. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membuka diskusi dan tukar pendapat antara para dosen sebagai pakar dan para guru SMA selaku pelaksana. Pengabdian ini diawali dengan pemaparan materi tentang Language Anxiety. Selanjutnya pemaparan Strategi mengatasi Kecemasan. Berikutnya, pemaparan Pengajaran Bahasa Inggris berbasis 4.0 yang diadaptasi dengan Literasi Budaya daerah Cililin. Diakhiri sesi tanya jawab. Sebagian dosen yang tidak menjadi pemateri, bertugas sebagai panitia acara pengabdian. Hasil dari pengabdian ini adalah ditemukan rasa cemas yang cukup tinggi pada para guru mata pelajaran bahasa Inggris di SMA. Dengan mengikuti kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, para guru bisa meleburkan kecemasan mereka karena bisa langsung mengadukan kebimbangan mereka pada dosen untuk mendapat saran yang solutif. Kesimpulan yang didapat adalah Tingkat kecemasan guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA bisa dikurangi dengan ajang berbagi pengalaman dengan dosen dalam acara Pengabdian Pada Masyarakat. Kata Kunci : kecemasan, pengabdian, bahasa inggris, guru, murid ABSTRACT Teachers apply the theories in the campus into the reality in the classroom. Unfortunately, they face the truth that some students feel anxious in learning English. The language anxiety make the students can not explore their performance. It becomes teachers’ anxiety when the students deal with the feeling. The aim of the community service is to discuss and brainstorm between lecturers as experts and teachers as practicians. It aims to analyze the teachers’ anxiety in teaching English. The community service is held in Cililin in January 2020. The community service is started by explaining Language Anxiety. Then, the lecturers explain about Coping Strategies. Then, they explain about teaching English based on Industrial Era 4.0 through cultural literation of Cililin. It is closed by QnA session. Some of the lecturers be the commitee. The result is the teachers anxiety level is quite high. By joining the event of community service, the teachers can decrease their anxiety because the lecturers can give several advices and solutions. The conclusion is the anxiety level of English teachers in senior high schools can be decreased when they discuss with the lecturers in community service event. Keywords: anxiety, community service, english, teacher, student Articel Received: 29/11/2019; Accepted: 28/07/2020 How to cite: Resmini, S., Kareviati, E., dan Yugafiati, R. (2020). Kecemasan guru-guru bahasa inggris dalam mengajar mata pelajaran bahasa Inggris di SMA. Abdimas Siliwangi, Vol 03 (02), 380-387. doi: http://dx.doi.org/10.22460/as.v3i2p%25p.3600 A. PENDAHULUAN