1 Al-wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan AgamaVol: 14 No: 1 Al-wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Volume: 14. Nomor : 1 . Edisi Juni 2020 ISSN: 1907-2740, E-ISSN: 2613-9367 DOI: 10.46339 Re-Understanding Gender Relations About Authority Rights as Marriage Guardians : Arabic Grammatical Perspective M. Syamsul Rizal Universitas Selamat Sri (UNISS) Batang rizalmuhammad.ma2009@gmail.com Athoillah Islamy Intitut Agama Islam Negeri Pekalongan athoillahislamy@yahoo.co.id Abstract This study aims to find an Arabic grammatical analysis of several verses, both in the Koran and the Hadith that describe the authority of the rights as guardians of marriage. This type of research is a qualitative research in the form of literature review. The main data source, namely the foundation of the nas (al-Qur'an verse and Hadith) which describes the existence of a marriage guardian. Secondary data sources, namely various other relevant studies. The research analysis approach used is the linguistic approach (Arabic grammar). Meanwhile, the theory used as a knife of analysis is gender identity theory in Arabic. This study concludes that the use of verbs, both the commandment and prohibition of marriage in several verses of the Koran and Hadith cannot necessarily be claimed to be specifically aimed at men as long as there are no indicators that indicate their specificity. Keywords: Gender, guardian of marriage, grammatical, Arabic Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan analisa gramatikal Arab terhadap beberapa ayat, baik dalam al-Qur’an maupun Hadis yang menjelaskan tentang otoritas hak sebagai wali nikah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berupa kajian pustaka. Sumber data utama, yakni landasan nas (ayat al-Qur’an dan Hadis) yang menjelaskan tentang eksistensi wali nikah. Sumber data sekunder, yakni berbagai penelitian lain yang relevan. Pendekatan analisis penelitian yang digunakan yakni pendekatan linguistik (gramatikal Arab). Sementara itu, teori yang digunakan sebagai pisau analisis, yakni teori identitas jender dalam bahasa Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan kata kerja, baik perintah maupun larangan menikahkan dalam beberapa ayat al-Qur’an dan Hadis tidak serta merta dapat diklaim ditujukan khusus kepada laki-laki selama tidak ada indikator yang menunjukan kekhususanya tersebut. Kata Kunci : Jender, wali nikah, gramatikal, Arab.