Jurnal Energi dan Manufaktur Vol. 14, No. 1, April 2021 (27-31) http://ojs.unud.ac.id/index.php/jem ISSN: 2302-5255 (p) ISSN: 2541-5328 (e) *Korespondensi: Tel.: +6281353651467 E-mail: arsubmt@me.unud.ac.id Perbandingan kekuatan kompresi struktur laminasi dan prepreg dari komposit jute-epoxy Gede Adi Yogi Saputra 1) , I Made Astika 2) , I.D.G. Ary Subagia 3)* 1,2,3) Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali Naskah diterima 10/07/2021; direvisi 15/08/2021; disetujui 30/08/2021 doi: https://doi.org/10.24843/JEM.2021.v14.i01.p05 Abstrak Percobaan ini telah dilakukan untuk menyelidiki sifat mekanis struktur pipa yang dilakukan pada komposit alami. Komposit telah dibuat dalam dua mode penguatan yaitu laminasi dan prepreg dengan cetakan injeksi vakum. Tes kompresi telah dilakukan untuk setiap varietas dalam lima kali pengulangan. Spesimen dibuat dan diuji sesuai standar ASTM D2166M-16. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan membandingkan kekuatan kompresi pipa komposit struktur laminasi dan prepreg. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mode laminasi komposit pipa menggunakan kain tenun jute memiliki kekuatan kompresi yang lebih rendah sekitar 711,34 [MPa] dibandingkan dengan mode prepreg sekitar 1184,9 [MPa]. Selain itu, Modulus Young’s dari komposit laminasi memiliki sekitar 5,37 [GPa], dan mode prepreg memiliki nilai sekitar 6,885 [GPa]. Nilai ini menunjukkan bahwa mode prepreg lebih kuat daripada mode laminasi dalam pipa komposit karena prepreg dalam arah tangensial secara utuh menyerap energi saat pembebanan kompresi. Kata kunci: Pipa komposit, laminasi, prepreg, serat jute, kompresi Abstract This experiment has conducted to investigate mechanical properties of pipe structure performed by natural composite. The composite has been fabricated in two modes such laminate and prepreg reinforcement by vacuum injection molding. Compression test have been conducted for each variety in five times repeating. The specimen was made and test according to the ASTM D2166M-16 standard. The purpose of this research is to investigate and comparation of compression strength of laminate and prepreg structure composite pipe. The test result shows that laminates mode of pipe composite using the woven jute fabric has a lower in compression strength about 711.34 [MPa] compared to prepreg mode about 1184.9 [MPa]. In addition, the young modulus of the laminate composites has about 5.37 [GPa], and the prepreg mode has value about 6. 885 [GPa]. This value indicates that the prepreg mode more strength than the laminates mode in composite pipe due to the prepreg in tangential direction the compression energy absorbed by the fiber absolutely. Keywords: Composite pipe, Laminate, prepreg, jute fiber, compression 1. Pendahuluan Material komposit merupakan bahan yang dikembangkan atas dasar perbandingan antara penguat (reinforcement) dan pengikat (matrix). Penggunaan komposit telah cukup luas pada produk teknologi, karena keunggulannya dibandingkan dengan bahan logam seperti tahan korosi, ringan, dapat dibuat sesuai kebutuhan pengguna, dan memiliki sifat mekanik yang baik, serta ramah lingkungan [1]. Dewasa ini, aplikasi material komposit sudah mulai diaplikasikan pada struktur pipa ditinjau dari keunggulan ketahanan korosi dan kimia [2]. Sifat korosi yang sering terjadi pada pipa ketika digunakan untuk mengalirkan fluida kerap muncul kebocoran dan kegagalan karena korosi pada permukaan pipa. Hal ini menjadi penting untuk dicarikan solusi salah satunya dengan mengaplikasikan material komposit sebagai bahan pipa. Pemanfaatan bahan komposit pada pipa telah banyak dipelajari, bahkan sekarang ini pemanfaatan bahan alami sebagai penguat komposit telah dikembangkan. komposit menggunakan bahan alami sebagai peguat yaitu serat jute. Serat jute adalah salah satu serat alami yang ketersediaanya merata diseluruh dunia [3, 4]. Jute memiliki keunggulan sifat mekanik dan fisik diatas rata-rata serat alami lainnya [5], sehingga sangat memungkinkan untuk diaplikasan sebagai bahan penguat komposit dari struktur pipa [6]. Serat jute sebagai serat alam memiliki struktur alam dan kimia yang baik [7, 8]. Aplikasi komposit sebagai bahan pembentuk pipa dipelajari diantaranya oleh [9, 10]. Said, et.al [11] mempelajari pengaruh orientasi serat pada sifat phisik dari pipa komposit terhadap tekanan dalam. Pada kajian ini didapatkan bahwa orientasi lapisan komposit berpengaruh pada sifat dari pipa dan in ni akan memberi kita model pipa yang sangat tahan terhadap ajakan internal. Lisle. dkk [12] menghasilkan dari penelitiaan bahwa termografi inframerah memiliki potensi tinggi untuk memantau kerusakan dalam waktu dan ruang untuk laminasi anyaman tipis. Selanjutnya, komposit serat jute tenunan dengan orientasi yang berbeda menunjukkan sifat mekanik yang lebih baik daripada serat yang berorientasi acak. Tes tarik dan lentur yang dilakukan ditemukan bahwa karena jumlah lapisan dan sudut orientasi meningkatkan kekuatan dan modulus komposit menurun sebagaimana di jelaskan oleh Bindusara, dkk [2]. Haincova, dkk [13] and Bundelman [14] telah meneliti komposit dengan metode preprag masing-masing terhadap ketahanan temperatur dan sifat mekanis, implementasi dari proses manufaktur dari komposit.