JURNAL IJTIMAIYA Vol. 4 No. 2 Tahun 2020 | 72 – 85
Ijtimaiya : Journal of Social Science Teaching, Vol. 4 No. 2 Tahun 2020
Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial
Institut Agama Islam Negeri Kudus
http://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Ijtimaia
p-issn: 2580-8990
Bubur Suran, Kuliner Tradisional Surakarta: Antara Tradisi dan Gaya
Hidup
Irma Ayu Kartika Dewi
a, 1
, Nurwulan Purnasari
b, 2
a
IAIN Surakarta, Irmaayukartika88@gmail.com
b
IAIN Surakarta, nurwulan.purnasari@iain-surakarta.ac.id
ABSTRAK
Bubur suran merupakan salah satu festival kuliner yang rutin dilakukan di lingkungan
Keraton Mangkunegaran Surakarta yang belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan
untuk mengupas sejarah dan filosofi dari bubur suran serta studi mengenai aspek nutrisi
kaitannya dengan gaya hidup masyarkat Jawa di lingkungan Mangkunegaran Surakarta.
Metode yang dilakukan adalah literature review serta wawancara langsung dengan abdi
dalem di Mangkunegaran Surakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa Bubur Suran
merupakan salah satu warisan kuliner tradisional yang mempunyai nilai sejarah panjang dan
mampu menjadi penciri gaya hidup masyarakat Mangkunegaran Surakarta dilihat dari aspek
kandungan nutrisinya. Ditengah gempuran modernisasi yang masuk dan berkembang di
Indonesia, Mangkunegaran mampu tetap mempertahankan tradisinya melalui kuliner bubur
suran dan menjadikannya gaya hidup yang terus dijaga hingga sekarang. Tradisi kuliner
bubur suran menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya Mangkunegaran berusaha
menunjukkan identitas diri dan pola hidup mereka di lingkungan sosialnya melalui tradisi
kuliner bubur suran tersebut. Bubur suran juga mencerminkan kekayaan olahan kuliner
rempah-rempah yang nyatanya mempunyai fungsi fisiologis dan kandungan nutrisi tinggi.
Diharapkan dengan dipertahankannya tradisi bubur suran ini dapat menunjukkan bahawa
dalam melakukan gaya hidup tidak harus meninggalkan tradisi yang selama ini telah
berjalan dari generasi ke generasi, melainkan dapat berjalan beriringan.
Kata kunci:
Bubur Suran
Surakarta
Kuliner
Tradisi
Nutrisi
ABSTRACT
Keyword:
Bubur Suran
Surakarta
Culinary
Tradition
Nutrition
Bubur Suran is one of the culinary festivals that routinely carried out in the Mangkunegaran
Palace of Surakarta has not been studied yet. This study aims to explore the history and
philosophy of Bubur Suran and study of nutritional aspects related to the lifestyle of the
Javanese community in the Surakarta. The method used is a literature review and direct
interviews with courtiers in Mangkunegaran. The results showed that Bubur Suran is one of
the traditional culinary heritages that has a great historical value and can be a lifestyle
identifier for the Surakarta settlement community in terms of nutritional aspects. During the
modernization that has entered and developed in Indonesia, Mangkunegaran could maintain
its tradition through Bubur Suran and make it a lifestyle until now. The Mangkunegaran
using the culinary tradition of Bubur Suran to shows their identity and lifestyle to their
social environment. Its showed that tradition could carry out a lifestyle without leaving the
traditions which have been running from generation to generation.
Copyright © 2018Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri Kudus. All RightReserved
Pendahuluan
Indonesia merupakan suatu wilayah
yang mempunyai berbagai keanekaragaman
suku dan kebudayaan. Kebudayaan nasional
atau kebudayaan bangsa meliputi kebudayaan
masyarakat, keseluruhan kebudayaan etnik
yang hidup dan keseluruhan kebudayaan baru
yang muncul di Indonesia. Setiap daerah di
Indonesia mempunyai ciri khas kebudayaan
yang berbeda. Koentjaraningrat (2010)
mengatakan bahwa kebudayaan pada dasarnya
adalah semua sistem gagasan, perbuatan dan
hasil karya manusia dalam kehidupan
masyarakat yang dimiliki manusia melalui
belajar. Surakarta dan Yogyakarta merupakan
bekas Kerajaan Mataram abad ke-16 dan