PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS DI KELAS BILINGUAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BERSTATUS RSBI DI BALI Luh Putu Artini Universitas Pendidikan Ganesha, Jl. Achmad Yani No. 67 Singaraja, Bali email: tien_miasa@hotmail.com Abstract: Perception of the teachers and Students Towards the Use of English in Bilingual Senior High School Classes This study aimed at analyzing teachers and students’ perceptions towards the use of English in the teaching and learning process in bilingual classes in piloted international standard senior high schools in Bali. The number of subject was 100, comprising 4 school principals, 16 teachers and 80 students; utilizing questionnaires, observation and interview. The data which were analyzed descriptively revealed that there was a consistency between teachers and students’ perceptions about the advantage and effectiveness of the use of English as a media of instruction in the classroom. Abstrak: Persepsi Guru dan Siswa terhadap Penggunaan Bahasa Inggris di Kelas Bilingual di Seko- lah Menengah Atas Berstatus RSBI di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar di kelas bilingual di SMA RSBI di Bali. Subjek penelitian adalah 100 orang yang terdiri atas 4 orang kepala sekolah, 16 orang guru, dan 80 orang siswa dengan menggunakan kuesioner, observasi, dan wawancara. Data yang dianalisis se- cara deskriptif kualitatif menunjukkan adanya konsistensi persepsi guru dan siswa tentang manfaat dan efektifitas penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di kelas . Kata Kunci: persepsi guru, kelas bilingual, sekolah RSBI, bahasa Inggris Keberadaan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) di Indonesia menarik banyak perhatian para pe- neliti. Program yang diunggulkan sebagai terobosan untuk meningkatkan daya saing SDM Indonesia telah mendapat komentar pro dan kontra dari para akade- misi dan masyarakat. Dukungan misalnya datang dari para orang tua siswa yang menganggap RSBI sebagai sebuah program yang prestigious sehingga mereka mendorong putra putri mereka untuk bisa diterima di sekolah yang berstatus RSBI. Akan tetapi beberapa penelitian mengkritisi program RSBI sebagai program yang tidak jelas. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran di sekolah sebe- narnya merupakan penghambat bagi kemajuan belajar siswa kompas.com (2 Juni, 2010). Berdasarkan pengamatan, penelitian-penelitian di area RSBI selain banyak dilakukan oleh para aka- demisi juga banyak dilakukan oleh mahasiswa S1 maupun S2 tetapi tidak banyak yang dipublikasikan. Beberapa penelitian misalnya difokuskan pada perbe- daan pengelolaan kelas atau motivasi belajar bahasa Inggris siswa di sekolah RSBI dan non-RSBI. Peneli- tian-penelitian tersebut didasari oleh fenomena adanya ‘diskriminasi’ di dunia pendidikan. Sekolah bersta- tus RSBI dideskripsikan sebagai sekolah eksklusif, sedangkan yang non-RSBI sebagai sekolah biasa. Salah satu perbedaan antara sekolah biasa dengan sekolah RSBI adalah bahwa calon siswa RSBI diseleksi secara ketat untuk memastikan intake yang memiliki kecerdasan unggul (yang ditunjukkan oleh kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual) dan berbakat luar biasa (Depdiknas, 2007). Misi penyelenggaraan SBI adalah mewujudkan manusia Indonesia cerdas dan kompetitif secara internasional, yang mampu bersaing dan berkolaborasi secara global (Depdiknas, 2006:4-5). Meskipun demikian, sampai saat ini belum ada acuan yang jelas ataupun sekolah yang bisa dijadikan model sebuah sekolah bertaraf internasional yang ideal me- nurut standar Indonesia. Salah satu langkah riil yang selama ini dijadikan sebagai penanda dari sekolah 307