1 PERENCANAAN DAN ANALISA FRONTHAUL FIBER OPTIK UNTUK KOMUNIKASI RADIO PADA JARINGAN LTE Planning and analysis of fronthaul fiber optic for radio communication on LTE network Muhammad Hawary 1 , Ir. AKHMAD HAMBALI, M.T 2 , M. Irfan Maulana,S.T.,M.T 3 . 1,2,3Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Telkom, Bandung 1 muhammadhawary@students.telkomuniversity.ac.id , 2 akhmad.hambali@gmail.com, 3 muhammadirfanm@telkomuniversity.ac.id Abstrak Saat ini kota Pekanbaru sudah terdapat jaringan akses LTE, akan tetapi masih ada beberapa wilayah yang masih belum tercakupi untuk jaringan LTE, sehingga perlu adanya perancangan jaringan telekomunikasi yang tepat agar mendapatkan layanan komunikasi yang baik. Pada saat ini PT.Tri Indonesia sudah menyediakan layanan jaringan LTE untunk wilayah kota Pekanbaru, solusi yang sudah dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menambah site existing untuk melayani layanan LTE di wilayah kota Pekanbaru. Akan tetapi solusi tersebut masih belum sepenuhnya mencakupi seluruh kota Pekanbaru. Pada tugas akhir ini telah dilakukan analisis perencanaan fronthaul optic fiber menggunakan komunikasi fiber optic. Fronthaul fiber optik merupakan transmisi antara BBU yang berada pada eNodeB site existing menuju RRH yang berada pada new site. Untuk menganalisa perancangan akses data yang mencakupi area perencanaan, dilakukan perancangan fiber optic link, variasi daya dan jenis kabel jaringan LTE. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi, dengan Bit rate sebesar 10 Gbps dan spesifikasi perangkat yang digunakan untuk parameter OLT sebesar 1490, 1510, 1530 dan 1550 nm daya terima sebesar 3 - 8 dBm. Mendapatkan hasil seluruh link fronthaul fiber optic mencapai attenuation 0.22 dB/km , hal ini disebabkan oleh nilai daya terima tiap site. Kemudian dari hasil perencanaan, daya terima pada kabel SMF sebesar -18.05 dBm dan NZDSF sebesar -17.054 dBm, dengan demikian simulasi perencanaan denang parameter pada kabel SMF dan NZDSF di katakan berhasil karna termasuk dalam kondisi cukup bagus. Kata kunci : C-RAN, RRH, BBU, Fronthaul,Fiber Optic, BTS, Prx, Q Factor, BER. Abstract Nowdays, in Pekanbaru city already has a LTE access network, but there are some areas not covered for the LTE network, so that need a planning telecommunication network design to get good communication service. Now, Tri Indonesia company has a provide LTE netwotk service to Pekanbaru area, the solution already done to resolve that problem is add the site existing to serve LTE services in Pekanbaru areas. But that solution can’t covered all Pekanbaru areas. In this essay (last task) had been planning analysis Fronthaul Optic Fiber using Fiber Optic communication. Fronthaul fiber optic is transmission between BBU in eNodeB site existing towards RRH in new site. To analysis the design of data access to covered the planning area, doing the design fiber optic link, potency variations and LTE network cable types. Based on calculation and simulation, with a Bit rate of 10 Gbps and device specifications used for OLT parameters of 1490, 1510, 1530 and 1550 nm receiving power of 3 - 8 dBm. Getting the results of all fiber optic fronthaul links reaches attenuation 0.22 dB / km, cause receiving value potency power of each site. From result design, receiving potency in SMF cable of 18.05 dBm an NZDSF of -17 dBm, By somulation design with parameter in SMF cable and NZDSF is succes because included in good enough condition. Keywords : C-RAN, RRH, BBU, Fronthaul,Fiber Optic, BTS, Prx, Q Factor, BER. Cloud-RAN atau C-RAN melakukan pemisahan fungsi base station pada komponen yang terletak pada lokasi sel dan proses fungsi kontrol yang terletak lebih terpusat didalam sistem. Fungsi radio yang terletak dilokasi sel disebut dengan Remote Radio Head (RRH) dan fungsi pengolahan terpusat disebut dengan Baseband Unit (BBU)[1]. Transmisi antara Baseband Unit (BBU) dengan Remote Radio Head (RRH) disebut dengan Fronthaul. Umumnya teknologi yang digunakan untuk komunikasi fronthaul adalah fiber optic link dan microwave link. Kedua teknologi ini memiliki kehandalan yang tinggi namun disisi lain,pengimplementasiannya membutuhkan tahapan tertentu. Teknologi ini tentu efisien bila digunakan pada daerah dense urban atau urban karena kapasitasnya mampu menampung jumlah user yang banyak[3]. Agar dapat terealisasi dengan baik perlu dilakukan penelitian untuk mencari alternatif selain microwave link. Maka dari itu Optical Fiber frounthaul dipilih karena dapat menjadi solusi atas keterbatasan masalah kapasitas dan keterbatasan line of sight, memiliki jangkauan yang luas untuk komunikasi point to point dan data rate yang tinggi.ara BBU menuju RRH dan software atoll untuk mensimulasikan cakupan wilayah dan kapasitas pada daerah tersebut. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 5438 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Open Library