ISBN: 987-602-72245-6-8 Prosiding Biologi Achieving the Sustainable Development Goals with Biodiversity in Confronting Climate Change Gowa, 08 November 2021 http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar 204 Aplikasi Mikroba pada Upaya Peningkatan Kualitas Bahan Baku Pakan Ikan melalui Fermentasi LUSI HERAWATI SURYANINGRUM 1 1 Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Jl. Sempur No. 1 Bogor, Indonesia. 16129 Email: lusihera@gmail.com ABSTRACT Advances in aquaculture technology have made the aquaculture industry develop very dynamically, and the increase of aquaculture productivity is in line with the demand for consistency in feed supply. On the other hand, the increasing price of feed has become a crucial problem. The limited availability of fish meal, which is the primary ingredient for protein sources, is one of the factors causing the high feed price. Efforts to find unconventional ingredients are carried out to overcome. Unconventional ingredients are relatively economical, but their direct use in feed is constrained by several factors that adversely affect digestibility, nutrient utilization, growth, and fish health. Quality improvement is needed so that the utilization of unconventional ingredients in feed can be optimal, and the application of microbes through the fermentation method can be one of the choices. This paper aims to review the use of unconventional fermented ingredients to support sustainable aquaculture activities. Keywords: fermentation; fish feed; ingredient; microbes; quality improvement INTISARI Kemajuan teknologi budidaya telah membuat industri akuakultur berkembang sangat dinamis dan peningkatan produktivitas budidaya tersebut sejalan dengan kebutuhan terhadap konsistensi pasokan pakan. Di sisi lain, harga pakan yang terus meningkat menjadi masalah yang krusial. Keterbatasan ketersediaan tepung ikan yang merupakan bahan baku sumber protein utama, merupakan salah satu faktor penyebab tingginya harga pakan. Upaya pencarian bahan baku non konvensional dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Bahan baku non konvensional memang relatif ekonomis, tetapi penggunaannya secara langsung dalam pakan terkendala oleh beberapa faktor yang berpengaruh buruk terhadap kecernaan, pemanfaatan nutrien, pertumbuhan hingga kesehatan ikan. Perbaikan kualitas diperlukan agar pemanfaatan bahan baku non konvensional di dalam pakan bisa optimal dan aplikasi mikroba melalui metode fermentasi menjadi salah satu pilihan. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas pemanfaatan bahan baku non konvensional hasil fermentasi dalam mendukung kegiatan akuakultur berkelanjutan. Kata kunci: bahan baku; fermentasi; mikroba; pakan ikan; perbaikan kualitas PENDAHULUAN Kemajuan teknologi budidaya telah membuat industri akuakultur berkembang sangat dinamis dalam beberapa tahun terakhir (Zorriehzahra et al., 2016). Peningkatan produktivitas budidaya tersebut memerlukan konsistensi pasokan pakan. Biaya pakan mencapai sekitar 70% dari total biaya produksi budidaya (Dossou et al., 2018) dan harga pakan yang terus meningkat menjadi masalah yang krusial (El Basuini et al., 2017). Keterbatasan ketersediaan tepung ikan yang merupakan bahan baku sumber protein utama dalam pakan, merupakan salah satu faktor penyebab tingginya harga pakan. Di sisi lain, peningkatan produksi tepung ikan konvensional berpotensi menimbulkan masalah ekonomi dan lingkungan. Hal ini menjadi kendala bagi industri akuakultur yang membutuhkan konsistensi pasokan pakan dengan biaya minimum (Olsen & Hasan, 2012). Penggunaan bahan baku lokal non konvensional merupakan salah satu upaya untuk menekan biaya produksi. Namun demikian, untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan, bahan baku non konvensional harus memiliki nilai nutrien yang memadai, tidak beracun, ekonomis, keberadaannya melimpah, dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia (Yan et al., 2017). Bahan baku non konvensional memang relatif