https://abdi.ppj.unp.ac.id/index.php/abdi
Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Volume 4 Nomor 1 2022, pp 8-15
ISSN: 2684-8570 (Online) – 2656-369X (Print)
DOI: https://doi.org/10.24036/abdi.v4i1.136
Received: August 3, 2021; Revised: March 16, 2022; Accepted: March 17, 2022
8
Pendampingan Penulisan Artikel Best Practice bagi Musyarawah
Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Yansyah Yansyah
1*
, Hafizhatu Nadia
2
, Tenny Murtiningsih
3
1,2,3
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
*Corresponding author, e-mail: yansyah.hamarung@gmail.com
Abstract
Every teacher has their own unique experiences and stories in helping their students to achieve their
best in studying. Those experiences would be very beneficial if they can share those best practices to
other teachers and educational practitioners. Unfortunately, it is hindered for teachers do not write
those good practices in a best practice article because of particular reasons, including their lack of
skill for writing such article. This paper aims to report a community service in form of a training on
writing a manuscript attended by the English local teacher forum coming from various cities in South
Kalimantan, Indonesia. Eighteen participants were participated in this one-month training. The
program was divided into two types of activities, namely training and mentoring. The training was
conducted in one day aimed to introduce and to analyse samples of good articles, which were
accepted in reputable international journals, so the participants could learn the characteristics and
the structure of the good articles. Meanwhile, the mentoring was carried out for one month in form
of weekly virtual mentoring to guide the participants write their articles step-by-step. Questionnaire
and interview were utilized to record the data regarding the evaluation of the program. The findings
show that the teachers got benefit from this mentoring. They understand what a best practice article
is and how to write it. In the end of the program, two out of five teams successfully completed the
mentoring and published their article in a national journal. Some barriers during the training and
mentoring are also discussed in this article.
Keywords: Best Practice; Local Teacher Forum; Training; Teacher Professional Development.
How to Cite: Yansyah, Y, Nadia, H., & Murtiningsih, T. (2022). P Pendampingan Penulisan
Artikel Best Practice bagi Musyarawah Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris. Abdi: Jurnal Pengabdian
dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 8-15.
This is an open access article distributed under the Creative Commons 4.0 Attribution License, which permits unrestricted use, distribution,
and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited under the same license as the original. ©2022 by author.
Pendahuluan
Guru dituntut untuk melakukan tugas pengembangan profesi secara berkelanjutan. Satu satu kegiatan
dari pengembangan profesi tersebut ialah publikasi ilmiah. Publikasi ilmiah bisa berbentuk presentasi pada
forum ilmiah, publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif, menulis buku teks pelajaran, atau buku
pedoman guru (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016). Selain sebagai bagian dari pengembangan
profesi, publikasi ilmiah juga berguna untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman guru sehingga
bisa dipelajari dan diadopsi atau diadaptasi oleh guru lain. Praktik saling belajar satu sama lain ini sangat
berguna untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan guru dalam menjalankan tugasnya untuk
mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, dan mengevaluasi peserta didik (Undang-Undang
Republik Indonesia, Tentang Guru dan Dosen, 2005). Oleh sebab itu, kemampuan publikasi ilmiah
merupakan hal yang harus dimiliki dan terus dilatih oleh para guru.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa tuntutan publikasi ilmiah ini merupakan suatu momok bagi para
guru. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh Susetyo et al., (2020), masih banyak guru yang belum
mampu menulis artikel ilmiah, baik untuk jurnal maupun majalah ilmiah. Dalam program pendampingan
penulisan karya tulis ilmiah yang dibimbing oleh Susetyo dan kawan-kawan ditemukan bahwa hanya 18
orang dari 50 peserta yang bisa menyelesaikan tugas artikel ilmiah dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa
sekitar 64% persen dari jumlah peserta masih memerlukan pelatihan menulis intensif lanjutan agar bisa
menembus jurnal nasional terakreditasi. Yansyah et al., (2020) juga menemukan bahwa para guru masih
belum memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk menuangkan hasil penelitian atau kegiatan inovatif