Journal of Aceh Aquatic Science Available online at: Volume III, Nomor 1, 2019 http://utu.ac.id/index.php/jurnal.html ISSN: ISSN: 2580-264X 17 Analisis Alih Fungsi Lahan Mangrove di Kawasan Pesisir Kota Banda Aceh Analysis Convertion of Mangrove Land in the Coastal Town Banda Aceh Mira Mauliza Rahmi 1 , Nurul Najmi 1 , Samsul Bahri 2 , dan Mai Suriani 2 1 Dosen Program Studi Sumber Daya Akuatik Universitas Teuku Umar 2 Dosen Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar Korespondensi : miramauliza@utu.ac.id Abstract The tsunami of 2004 has resulted in many coastal areas and less land damaged coastal mangroves in Banda Aceh. The purposes of this study were detection of convertion in land distribution multitemporal mangrove in Banda Aceh in the period 2004, 2009, and 2014. The qualitative descriptive analysis of the utilization of remote sensing data. Maximum Likelihood Classification and field surveys conducted for analysis spatial distribution of mangrove at different observation periods. The analysis convertion in the mangrove land area in 2004, 2009 and 2014. Reduction of mangrove land area occurred in 2009, while an increase in the mangrove land area occurred in 2014. The distribution of land-convertion is highest mangroves in the district of Syiah Kuala, Kuta Raja, Jaya Baru and Meuraxa is experienced a reduction in an area of 120,25 hectares or 102,43 percent of the convertion into residential land by 57.72 percent or 441.53 Ha. Keywords: convertion, mangrove, Banda Aceh I. Pendahuluan Mangrove merupakan tanaman yang berada di air payau dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Umumnya tanaman yang hidup di daerah berlumpur ini berupa tanaman mangrove atau sering disebut tanaman bakau. Kawasan pesisir Kota Banda Aceh salah satu kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai lahan mangrove karena semakin pentingnya peran mangrove terhadap masyarakat dan lingkungan. Pasca tsunami yang terjadi tahun 2004 lalu banyak kawasan pesisir rusak dan berkurangnya lahan mangrove. Selain telah hilang dan rusak lahan mangrove, terjadi pula alih fungsi lahan mangrove menyebabkan terjadinya abrasi pantai dan terganggunya keseimbangan ekosistem ikan laut. Kawasan pesisir merupakan pintu gerbang utama aktivitas ekonomi kelautan masyarakat di sekitarnya, sehinga kawasan tersebut paling rentan terhadap perubahan yang terjadi baik secara alami maupun tidak. Namun diantara faktor-faktor tersebut, pengaruh aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan merupakan penyebab brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Online Universitas Teuku Umar