Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2 no 3, Oktober 2014 253 PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) DAN MEDIAPEMBELAJARAN IPA SMP BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Abdullah Al Mukarram, Sri Hartini, Mustika Wati Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lambung Mangkurat abdullah.almukarram@yahoo.com Abstrak.Keterampilan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah.Hal ini diduga karena perangkat pembelajaran seperti LKS dan media yang digunakan siswa belum mampu membantu dalam menemukan konsep dan merangsang kemampuan berpikir kritis siswa.Oleh sebab itu dilakukan penelitian pengembangan LKS dan media pembelajaran IPA dengan tujuan dihasilkan LKS dan media pembelajaran IPA SMP berbasis keterampilan berpikir kritis. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) kelayakan LKS yang dikembangkan, (2) kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan, (3) keterampilan berpikir kritis siswa, (4) respon siswa terhadap LKS, (5) respon siswa terhadap media. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) . Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII-E berjumlah 33 siswa.Data diperoleh dengan instrumen validasi LKS dan media, lembar penilaian keterampilan berpikir kritis dan angket respon terhadap LKS dan media.Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa: (1) LKS yang dikembangkan sebesar 94,26% berkategori sangat layak, (2) media pembelajaran yang dikembangkan sebesar 95,00% berkategori sangat layak, (3) keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 93,32% berkategori sangat baik, (4) respon siswa terhadap LKS sebesar 75,40% berkategori baik, (5) respon siswa terhadap media sebesar 77,00% berkategori baik. Diperoleh kesimpulan bahwa LKS dan media yang dikembangkan layak digunakan dan membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Kata kunci: Pengembangan, LKS, media pembelajaran, berpikir kritis. PENDAHULUAN Pendidikan dalam makna umum dapat diberi arti sebagai komunikasi terorganisasi dan berkelanjutan yang disusun menumbuhkan kegiatan belajar (Ahmadi &Amri, 2010:212). Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan.Untuk membangun pendidikan yang dapat berguna di masa depan maka perlu dirancangsistem pendidikan secara matang yang dapat menjawab harapan dan tantangan terhadapperubahan-perubahan yang terjadi. Sistem pendidikan yang dibangun harus berkesinambungan dari pendidikan prasekolah sampai pendidikan tinggi. Hasil dari beberapa studi Internasional tentang mutu pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa secara