86 DEVIANCE: JURNAL KRIMINOLOGI Volume 6 Nomor 1 Juni 2022 Hal: 86-101 DOI: 10.36080/djk.v6i1.1569 Pengendalian Kejahatan Pada Sub-Kebudayaan Geng Klitih (Dalam Paradigma Kriminologi Budaya) Chisa Belinda Harahap, Iqrak Sulhin Universitas Indonesia chisaharahap@gmail.com Abstrak: Geng klitih di Kota Yogyakarta pada umumnya bukanlah merupakan suatu tren kekerasan yang baru. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan pola pengendalian terhadap fenomena yang mendasarkan kejahatan sebagai budaya kelompoknya. Dinamika geng klitih yang cepat serta digawangi oleh para remaja di bawah umur nyatanya hanya salah satu dari banyak faktor rumitnya menangani kasus street crime tersebut. Fenomena ini tidak semata dilihat sebagai kelompok kekerasan remaja yang dikendalikan secara represif. Di dalam kriminologi budaya, klitih sebagai subkultur menyimpang yang memilih jalan bahwa kekerasan telah menjadi budaya atau crime as culture dalam lingkup pergaulan mereka. Agen kontrol sosial yang kemudian menjadi perhatian dalam penelitian ini melibatkan aparat penegak hukum sekaligus partisipasi masyarakat. Strategi pengendalian kejahatan melalui pelatihan kerja dan sejenisnya atau community based diperlukan sebagai upaya resosialisasi. Kata kunci: Geng Klitih; Kriminologi Budaya; Pengendalian Kejahatan Abstract: The klitih gangs in Yogyakarta are not generally a new trend of violence. To date, there has been no pattern of controlling these phenomena based on crime as its group culture. The klitih gangs quick and wireawed dynamics was in reality just one of the many complex factors involved in the crime on the street. There are various background factors and thus, this phenomenon cannot be seen only as youth group violence that needs to be controlled repressively. In the criminology of culture, klitih is a deviant subculture that chooses the way that violence has become a culture or crime as culture within their social sphere. Social control agents who came to the attention of the study involved law enforcement officials and community participation. Crime control strategies through work training and the like or community based are required as a resocialization effort. Keywords: Klitih Gangs; Cultural Criminology, Crime Control Pendahuluan Dinamika pada kondisi sosial mengalami perubahan yang begitu cepat menyebabkan terjadinya ketidakstabilan pada kehidupan sosial di antaranya sektor ekonomi, politik, budaya, dan pendidikan. Situasi tersebut membuat lemahnya norma dan kontrol serta sanksi sosial sehingga menimbulkan permasalahan baru dalam konteks keamanan. Salah satu jenis tindak kriminalitas yang paling dekat dengan masyarakat ialah kejahatan jalanan (street crime) yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat itu sendiri. Jika berbicara seputar kejahatan