Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan, 2(3), 2022, 205–212 ISSN: 2797-3174 (online) DOI: 10.17977/um065v2i32022p205-212 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Manajemen Layanan Khusus Melalui Gambar Mural 3D (Studi Kasus di SMK Negeri 12 Malang) Intan Dina Kartika*, Imron Arifin, Agus Timan Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia *Penulis korespondensi, Surel: intandinapinky@gmail.com Paper received: 5-3-2022; revised: 19-3-2022; accepted: 24-3-2022 Abstract The focus of this research is (1) planning; (2) organizing; (3) actuating; (4) evaluating. The method used is qualitative. Data collection techniques were conducted is interview techniques, observation, and documentation. Data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion. On checking the validity of the findings, it is done by triangulation, member check, extension of observation time, and sufficiency of reference material. The planning stage, the background of this 3D trick art is the adiwiyata. The concept is carried that is cultured environment. Organizing the creation of 3D trick art does not constitute a special team, but designated several teachers who are effectively involved, selection based on capabilities. Implementation of 3D trick art is done on thirteen location points. In 3D mural drawing has constraints and also has a solution that can be done to facilitate the creation of 3D trick art. Evaluation is done informally. Keywords: special services; 3D trick art Abstrak Fokus penelitian ini adalah (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pelaksanaan; (4) evaluasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan, dilakukan dengan triangulasi, member check, perpanjangan waktu pengamatan, dan kecukupan bahan referensi. Pada perencanaan, konsep yang diusung yaitu berbudaya lingkungan yang berhubungan dengan adiwiyata. Selanjutnya, pengorganisasian dilakukan tanpa membentuk tim khusus, tetapi ditunjuk beberapa guru yang terlibat secara efektif yang dipilih berdasarkan kemampuan. Pelaksanaan dilakukan pada tiga belas titik lokasi. Evaluasi dilakukan secara informal. Kata kunci: layanan khusus; gambar mural 3D 1. Pendahuluan Pendidikan merupakan hal yang vital bagi kehidupan manusia. Setiap orang memerlukan pendidikan sebagai bekal untuk hidup bermsyarakat. Oleh karena itu, pendidikan harus mengalami perbaikan secara terus-menerus. Salah satu upaya pemerintah dalam memperbaiki pelayanan pendidikan di Indonesia salah satunya dengan mengadakan program full day school. Pada sekolah reguler pembelajaran hanya berlangsung dari pagi sampai siang hari, sedangkan pada sistem full day school, pembelajaran berlangsung sepanjang hari, atau yang dilakukan sejak pukul tujuh pagi hingga pukul tiga sore dengan waktu istirahat setiap dua jam sekali (Baharudin & Wahyuni, 2010). Dengan adanya full day school, peserta didik diwajibkan berada di sekolah dengan rentang waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 8-9 jam. Hal ini akan membuat peserta didik merasa jenuh berada di sekolah. Maka dari itu, sekolah perlu membuat peserta didik merasa nyaman dan betah di sekolah. Suasana yang nyaman dan menyenangkan umumnya bersumber dari lingkungan fisik sekolah, yaitu lingkungan fisik yang bersih, sejuk, dan asri.