Kredo 5 (2022) KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Terakreditasi Sinta 4 berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 23/E/KPT/2019. 08 Agustus 2019 https://jurnal.umk.ac.id/index.php/kredo/index Penganalogian Pada Lirik Lagu Gajah dan Sepatu Karya | 765 Tulus: Kajian Semiotika Roland Barthes Putri Indah Yanti PENGANALOGIAN PADA LIRIK LAGU GAJAH DAN SEPATU KARYA TULUS: KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Putri Indah Yanti putri.20056@mhs.unesa.ac.id Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Surabaya, Indonesia Info Artikel : Abstract This research is a paper that examines the analogy of objects in the lyrics of the Tulus song entitled Elephant and Shoes. In the lyrics there is an implied message to be conveyed, like a poem. Song lyrics can be used as a means of describing important social realities, meaning that they are useful for humans to monitor their existence and relationships in the reality of social life, therefore song lyrics are dissected using Barthes' semiotic approach. The method used is listen and note. Listening and recording the lyrics of the song and then analyzing the fragments of the lyrics through the study of semiotics. From the analysis and discussion, three things were produced, namely at the level of denotative meaning 1) the Elephant song is a song that tells about bullying against fat children, 2) the Shoe song tells of a pair of lovers who can only coexist without being able to unite, at the connotative level 1) Elephant is used to bully fat children, because they are more popular than others, 2) Shoes, as an object that is absolutely identical to a pair of lovers, on a mythical level 1) Elephants, who are big lose to ants in children's suit games, 2) Shoes , as a representation of the selection of the right mate is through the bibit-bebet-bobot. Abstrak Penelitian ini merupakan tulisan yang meneliti tentang penganalogian benda-benda pada lirik lagu Tulus yang berjudul Gajah dan Sepatu. Di dalam lirik tersebut terdapat pesan tersirat yang ingin disampaikan, seperti halnya sebuah puisi. Lirik lagu dapat dijadikan sebagai sarana penggambaran realitas sosial yang penting, artinya bermanfaat bagi manusia untuk memantau keberadaan dan hubungan relasinya dalam realitas kehidupan sosial, oleh karenanya dilakukan pembedahan lirik lagu menggunakan pendekatan semiotika Barthes. Metode yang dipakai adalah simak dan catat. Menyimak dan mencatat lirik lagu tersebut untuk kemudian dianalisis penggalan- penggalan liriknya melalui kajian semiotika. Dari analisis dan pembahasan,dihasilkan tiga hal, yakni pada tataran makna denotasi 1)lagu Gajah merupakan lagu yang berkisah tentang bullying terhadap anak gemuk, 2)lagu Sepatu menceritakan sepasang kekasih yang hanya bisa berdampingan tanpa bisa bersatu, pada tataran konotasi 1) Gajah dipakai untuk mem-bully anak gemuk, karena lebih populer dibanding lainnya, 2) Sepatu, sebagai sebuah benda yang mutlak berpasangan identik dengan sepasang kekasih, pada tataran mitos 1) Gajah, yang besar kalah dengan semut pada permainan suit anak-anak, 2) Sepatu, sebagai representasi pemilihan jodoh yang tepat adalah melalui bibit-bebet-bobot. Sejarah Artikel Disetujui, 31 Desember 2021 Diterima, 23 April 2022 Dipublikasikan, 26 April 2022 : Keywords Elephant, Shoes, Denotasi, Konotasi, Mythe : Kata Kunci Gajah, Sepatu, Denotasi, Konotasi, Mitos :