Mohamad Yani dan Mia Juliana J Tek Ind Pert. 22 (2): 73-81 73 KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA KOMPOS, ARANG SEKAM, DAN ARANG KAYU TERHADAP PENYERAPAN GAS AMONIA PHYSICAL AND CHEMICAL CHARACTERISTICS OF COMPOST, HUSK CHARCOAL AND WOOD CHARCOAL TO AMMONIA GAS ABSORPTION Mohamad Yani 1) * dan Mia Juliana 2) 1) Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Darmaga, Kotak Pos 122, Bogor 16002 Email: f226yani@yahoo.co.id, moh.yani@ipb.ac.id 2) PT. Indofood Fritolay Makmur Jl. Wisma Damatex, Cikokol, Tangerang ABSTRACT Ammonia is an odorous gas emitted from many industries and natural activities. The ammonia pollutant was treated by physical and chemical absorptions and biological oxidation (biofiltration). The objective of this research was to determine the physical and chemical characteristics of bokashi compost, husk charcoal, and wood charcoal and their composition by weight (K). This packing materials were analyzed to physical and chemical characteristics, such as moisture content, density, porosity, C/N ratio, water absorption capacity (WAC), and ammonia absorption capacity (AHC). The characteristics of husk charcoal were better than those of wood charcoal and compost. The husk charcoal had moisture content of 7%, density of 136 kg/m 3 , porosity of 86%, pressures drops of 434 Pa, C/N ratio of 41.60, WAC of 51%, AAC of 1.5x10 -3 g-N/g-dry-material, its saturated with ammonia for 5 hours and it was needed 30 minutes to detached the ammonia. The composition of packing materials of K122 and K221 were better than that of K212 or K221. The K122 had density of 220 kg/m 3 , porosity of 78%, pressure drops of 643 Pa, C/N ratio of 35, moisture content of 19%, WAC of 49%, AAC of 4.7x10 -3 g- N/g-dry-material, saturated with ammonia for 4 hours. The K221 had density of 247 kg/m 3 , porosity of 77%, pressure drops of 627Pa, C/N ratio of 36, moisture content of 26%, WAC of 17%, AHC of 4.3x1- 5 g-N/g-dry- material, saturated with ammonia for 6 hours. The physical and chemical characteristics of husk charcoal single or mixed packing materials influenced by the water and ammonia holding capacity. However, compost addition would support the microbial growth in biofilter. Keywords: ammonia absorbtion, compost, husk charcoal, wood charcoal ABSTRAK Amonia adalah gas berbau yang dikeluarkan dari banyak industri dan kegiatan alami. Pencemaran amonia dihilangkan dengan cara penyerapan fisik-kimia dan biofiltrasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik fisik-kimia bahan pengisi yaitu kompos, arang sekam dan arang kayu, secara tunggal dan campuran yang akan digunakan sebagai bahan pengisi pada teknik biofiltrasi. Bahan pengisi ini dianalisis sifat fisik dan kimia bahan meliputi densitas, porositas, mikrokospik, pressure drop, pH, rasio C/N, kadar air, kapasitas penyerapan air (WAC), dan kapasitas penyerapan amonia (AAC). Hasil pengamatan menunjukkan, secara tunggal, arang sekam lebih baik dari pada arang kayu dan kompos dalam hal densitas 136 kg/m 3 , porositas 86%, penurunan tekanan 434 Pa, rasio C/N 41,6, kadar air 7%, kapasitas penyerapan air 51% dan kapasitas penyerapan amonia 1,5x10 -3 g-N/g-bahan kering, waktu penjenuhan amonia dalam 5 jam dan pelepasannya dalam 30 menit. Campuran bahan pengisi K122 dan K221 ternyata lebih baik dari pada campuran lain (K212 dan K222). Campuran K122 memiliki densitas 220 kg/m 3 , porositas 78%, penurunan tekanan 643Pa, rasio C/N 35, kadar air 19%, kapasitas penyerapan air 49% dan kapasitas penyerapan amonia 4,7x10 -3 g-N/g-bahan kering, waktu penjenuhan amonia dalam 4 jam dan pelepasannya dalam 30 menit. Campuran K221 memiliki densitas 247 kg/m 3 , porositas 77%, penurunan tekanan 62Pa, rasio C/N 36, kadar air 26%, kapasitas penyerapan air 17% dan kapasitas penyerapan amonia 4,3x10 -5 g-N/g-bahan kering, waktu penjenuhan amonia dalam 6 jam dan pelepasannya dalam 30 menit. Karakteristik fisik-kimia bahan tunggal arang sekam atau campurannya akan mempengaruhi tingkat penyerapan air dan amonia, sedangkan penambahan kompos akan mendukung pertumbuhan mikroba dalam operasi biofilter. Kata kunci: penyerapan amonia, kompos, arang sekam, arang kayu PENDAHULUAN Biofiltrasi merupakan metode biologis dalam penanganan limbah udara yang ramah lingkungan karena memanfaatkan mikroorganisme untuk mendegradasi limbah bau dan yang paling umum digunakan adalah teknik biofiltrasi. Keuntungan metode biofiltrasi antara lain; pengoperasiannya sederhana, modalnya sedikit, biaya pengoperasian rendah, dan dapat mengurangi polusi bau (Iranpour et al., 2005). Proses degradasi dalam biofilter berlangsung dengan diawali terjadinya *Penulis untuk korespondensi Jurnal Teknologi Industri Pertanian 22 (2):73-81 (2012)